Balikpapan (ANTARA News) - Untuk mencegah berjangkitnya penyakit flu burung di Kota Minyak, Pemkot Balikpapan akan segera memusnahkan unggas yang berkeliaran di luar kandang setelah Idul Fitri 1433 Hijriyah ini.

"Kalau sekarang kami masih memberikan kesempatan kepada warga untuk memotong dan menjual ayam atau unggasnya yang berkeliaran, atau memang cara memeliharanya diumbar begitu," kata Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi di depan warga jamaah salat magrib, isya, dan tarawih Masjid Darun Nimah, Kompleks PGRI, Graha Indah, Batu Ampar, Balikpapan Utara, hari kesebelas Ramadan 1433 Hijriyah.

Wali Kota Rizal dan rombongan berada di Masjid Darun Nimah dalam acara Safari Ramadan.

Kebijakan Pemkot ini, dijelaskan Wali Kota sebagai antisipasi atas ditemukannya ayam kampung yang positif menderita virus H5N1 dua pekan lalu di kawasan Sepinggan, Balikpapan Timur.

"Sekarang kawasan itu sudah disterilkan," kata Sekretaris Dinas Perikanan Kelautan dan Peternakan (DPKP) drh Budijanto yang turut dalam rombongan Wali Kota.

Pemusnahan itu juga bagian dari tindakan yang digariskan peraturan wali kota (perwali) tentang penataan pemeliharaan unggas di Balikpapan.

Di sisi lain, selama dimasak dengan baik, daging unggas yang positif flu burung tetap aman untuk dikonsumsi.

"Kalau direbus atau digoreng itu minimal dalam suhu 80 derajat Celsius," kata drh Budijanto.

Wali Kota Rizal Effendi melanjutkan, bahwa Pemkot meminta warga mulai sekarang mengandangkan unggas peliharaannya.

"Ayam kampung yang biasa tidur di pohon lebih mudah menyebarkan penyakit," kata Wali Kota.

Saat ini juga Pemkot Balikpapan terus melakukan sosialisasi tentang flu burung dan bagaimana mengatasinya. Perwali tentang penataan pemeliharaan unggas di pemukiman juga terus disampaikan. (NVA)