Moskow (ANTARA News) - Rusia mengubah status situasi di Suriah dari "rumit" menjadi "darurat" pada Selasa, pada saat krisis di negara yang dilanda kekerasan itu meningkat.

Keputusan itu, yang ditandatangani oleh Perdana Menteri Dmitry Medvedev dan dipublikasikan di situs pemerintah, telah menghilangkan Suriah, Republik Afrika Tengah dan Sri Lanka dari daftar "negara-negara dengan situasi rumit" dan menambahkan India dan Kenya untuk kelompok itu, lapor Xinhua.

Suriah sekarang dikategorikan sebagai negara "dalam keadaan darurat atau konflik bersenjata."

Perubahan iitu berarti Rusia secara resmi mengakui bahwa Suriah telah terjun ke dalam konflik bersenjata.

Terakhir kali pemerintah Rusia telah mengubah bahwa daftar itu pada 3 Juni. Daftar tersebut dirancang untuk mengevaluasi risiko dan memberikan saran keamanan kepada diplomat Rusia yang bekerja di luar negeri.

Konfrontasi militer di Suriah semakin meningkat pada saat baik pasukan pemerintah maupun oposisi bersenjata masuk ke dalam perang terbuka di tempat-tempat penting, mendorong negara-negara lain untuk menarik diplomat mereka.

Pada pekan lalu, Uni Eropa menjatuhkan sanksi baru terhadap Damaskus, yakni pengetatan embargo senjata dengan memeriksa semua kapal dan pesawat yang diduga membawa senjata menuju Suriah.

Rusia juga menolak untuk menerapkan sanksi-sanksi, dan menyebut hal itu sebagai pelanggaran prinsip non-intervensi dalam urusan internal negara lain. (AK)