Sabtu, 25 Oktober 2014

Pemkab Pamekasan perintahkan tutup semburan gas

| 2.338 Views
id semburan gas, gal alam, pemkab pamekasan, jatim
Artinya, kalaupun potensi gas itu diekplorasi, tidak akan mencukupi dan tidak bisa dikelola secara ekonomis,
Pamekasan (ANTARA News) - Bagian Sumber Daya Alam (SDA) Pemkab Pamekasan, Madura, Jawa Timur, akhirnya memerintahkan Camat Tlanakan dan Aparat Desa Gugul menutup semburan gas di salah satu halaman rumah warga di wilayah itu.

Kepala Bagian SDA Pemkab Pamekasan Djumhari Gani, Rabu menjelaskan, pihaknya memerintah penutupan semburan gas itu, karena menurut penelitian Badan Geologi dan Sumber Daya Mineral, potensi gas di Desa Gugul itu sangat kecil.

"Artinya, kalaupun potensi gas itu diekplorasi, tidak akan mencukupi dan tidak bisa dikelola secara ekonomis," kata Djumhari Gani.

Semburan gas di Desa Gugul itu terjadi di halaman rumah warga bernama Abu Siri di Dusun Batolengkong. Gas tidak mengandung beracun, sesuai hasil penelitian yang dilakukan oleh Badan Geologi.

Semburan gas itu terjadi pada pertengahan Februari 2012, saat Abu Siri menggali sumur di halaman rumahnya. Awalnya semburan di sumur pompa miliknya bercampur lumpur, mirip seperti yang terjadi pada lumpur Lapindo Sidoarjo.

Pertama kali ketinggian semburan lumpur di sumur itu mencapai 2 meter, namun hanya berlangsung selama beberapa jam saja, kemudian hanya tinggal semburan gas.

Semburan terjadi pada kedalaman 32 meter, dan membuat pemilik rumah dan masyarakat yang tinggal di dusun itu panik.

Atas kejadian itu, pemkab selanjutnya melaporkan kepada Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral untuk meneliti potensi gas yang terkandung di dalamnya, serta kemungkinan adanya gas beracun, sebagaimana dikhawatirkan warga di kampung itu.

"Hasil penelitian yang dilakukan Badan Geologi itu, ternyata tidak beracun dan kandungan gas sangat kecil, sehingga tidak mungkin untuk dikelola," terang Djumhari Gani.

Oleh sebab itu, pihaknya lalu memerintahkan Camat Tlanakan serta aparat Desa Gugul untuk melakukan penutupan.

Wilayah Kecamatan Tlanakan, merupakan salah satu kecamatan yang diketahui memiliki kandungan minyak dan gas bumi. Bahkan di daerah tersebut, yakni di Desa Larangan Tokol, juga terdapat kandungan gas yang kini dijadikan objek wisata oleh masyarakat setempat, berupa api tak kunjung padam.

Djumhari Gani mengatakan, wisata api tak kunjung padam yang terletak di Desa Larangan Tokol, Kecamatan Tlanakan itu, karena di lokasi itu juga terdapat kandungan gas. Tapi potensi gas yang terkandung di dalamnya sangat kecil, sehingga tidak bisa diekplorasi.
(KR-ZIZ/M020)

Editor: Ruslan Burhani

COPYRIGHT © ANTARA 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga