Sabtu, 20 Desember 2014

Indonesia harus banyak belajar pembinaan usia muda

| 5.359 Views
id timnas u-12 indoesia, timnas yunior indonesia, pembinaan pemain usia muda
Indonesia harus banyak belajar pembinaan usia muda
ilustrasi Sejumlah siswa Sekolah Sepak Bola Sriwijaya Footbal Club (SSB SFC) melakukan latihan rutin, di Stadion Bumi Sriwijaya Palembang. (FOTO ANTARA/ Feny Selly)
Konsep pembinaan di luar berbeda dengan Indonesia. Mereka sangat perhatian mulai dari konsep awal hingga asrama bagi pemain muda. Makanya kita harus banyak belajar,"
Jakarta (ANTARA News) - Manajer SSB Imran Soccer Academy (ISA) yang baru kembali dari turnamen di Korea Selatan, Zuchli Imran Putra, mengaku Indonesia harus banyak belajar dari negara lain dalam hal pembinaan sepak bola usia muda.

"Konsep pembinaan di luar berbeda dengan Indonesia. Mereka sangat perhatian mulai dari konsep awal hingga asrama bagi pemain muda. Makanya kita harus banyak belajar," kata Imran di Bandara Soekarno Hatta Tangerang, Selasa malam.

Menurut dia, turnamen U-12 di Busan Korea Selatan ternyata jauh berbeda saat timnya turun di Kanga Cup 2012 di Australia. SSB ISA saat itu berada di atas angin dan mampu merebut juara pada turnamen yang pertama kali diikuti ini.

Pada turnamen MBC Busan Korea, kata dia, tim-tim yang turun di turnamen ini adalah tim kuat bahkan datang dari benua Eropa yaitu Spanyol dan dari Amerika Latin yang diwakili oleh Brazil.

"Pembinaan kita saat ini memang baru berjalan. Tapi tim asing jauh lebih cepat begitu juga dengan Timor Leste. Makanya kita harus cepat beradaptasi agar tidak tertinggal," katanya menambahkan.

Pria yang juga menjadi anggota Komisi Disiplin PSSI itu mengaku, jika Indonesia tidak benar-benar perhatian dalam pembinaan sepak bola bisa saja akan disalib oleh tim-tim dari negara yang selama ini di bawah Indonesia.

"Timor Leste saja untuk menghadapi turnamen ini butuh enam bulan. Itupun dilakukan di Korea. Koordinisasi permainannya cukup bagus," katanya.

Pada turnamen MBC Busan 2012, SSB ISA mampu berada di urutan empat dari 11 tim peserta. Bahkan SSB yang bermarkas di Cibubur Jawa Barat ini dinobatkan sebagai tim fair play.

Pada babak penyisihan SSB ISA mampu membuat kejutan dengan menahan imbang 1-1 tim kuat asal Amerika Selatan yaitu Brasil. Tapi pada pertandingan berikutnya, mereka mampu menang atas tim Osaka dan menahan imbang Tim Namhae Korea Selatan.

Tapi pada semifinal Aksan dan kawan-kawan harus menyerah dari Timor Leste dengan skor telak 0-4. Kekalahan ini dipicu karena umur pemainnya jauh lebih tua dibandingkan pemain SSB ISA yang semuanya U-12.
(B016/I015)

Editor: Ruslan Burhani

COPYRIGHT © ANTARA 2012

Komentar Pembaca