Senin, 22 Desember 2014

Harga minyak jatuh karena pertemuan Fed

| 3.294 Views
id harga minyak dunia, harga minyak as
Harga minyak jatuh karena pertemuan Fed
ilustrasi Pialang saham beraktivitas di lantai bursa New York Stock Exchange. (FOTO REUTERS/Brendan McDermid)
New York (ANTARA News) - Harga minyak jatuh pada Selasa (Rabu pagi WIB), karena pembuat kebijakan Federal Reserve AS mengadakan pertemuan yang diperkirakan membahas apakah akan meningkatkan ekonomi AS, konsumen minyak mentah terbesar di dunia.

Kontrak utama New York, minyak mentah light sweet untuk pengiriman September, turun 1,72 dolar AS menjadi 88,06 dolar AS per barel.

Minyak mentah Brent North Sea untuk pengiriman September turun 1,28 dolar AS menjadi 104,92 dolar AS per barel di perdagangan London.

Pasar minyak mentah menunggu untuk melihat apakah stimulus tambahan akan disepakati selama pertemuan dua hari Fed yang akan berakhir Rabu, serta pada pertemuan pembuat kebijakan Bank Sentral

Eropa pada Kamis, kata para analis.

"Para pelaku pasar menahan diri menjelang pertemuan bank sentral," kata analis komoditas Commerzbank, Carsten Fritsch.

Menjelang pertemuan Fed, data resmi menunjukkan konsumen AS menghabiskan agak sedikit lebih kecil pada Juni daripada Mei, karena pendapatan naik 0,5 persen.

Departemen perdagangan melaporkan pengeluaran pada dasarnya datar pada bulan lalu, jatuh sebesar 1,3 miliar dolar AS (1,06 miliar euro), atau kurang dari 0,1 persen.

Pemerintah AS pekan lalu mengatakan bahwa pertumbuhan di Amerika Serikat -- ekonomi terbesar di dunia -- melambat menjadi 1,5 persen pada kuartal kedua dari 2,0 persen dalam tiga bulan pertama 2011.

Tetapi harga perumahan di AS juga naik sedikit dan kepercayaan konsumen kini telah menguat juga, melemahkan argumen untuk stimulus Fed lebih lanjut.

Pasar juga mengurangi optimisme mereka tentang tindakan stimulus baru karena "kekhawatiran bahwa stimulus yang diharapkan dari Amerika Serikat dan Eropa mungkin gagal untuk mengangkat ekonomi mereka," kata Phillip Futures dalam sebuah komentar dikutip dari AFP.
(A026)

Editor: Ruslan Burhani

COPYRIGHT © ANTARA 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga