Jumat, 24 Oktober 2014

"Potensi agregasi impor kedelai harus diefektifkan"

| 2.899 Views
id komoditas kedelai, penurunan bea masuk, agregasi impor
Nilai Rp400 miliar cukup besar jika digunakan sebagai bantuan ke petani kedelai.
Jakarta (ANTARA News) - Potensi jumlah penerimaan yang diterima pemerintah dengan adanya pembebasan bea masuk (BM) kedelai cukup besar dan bermanfaat jika digunakan secara efektif.

"Secara hitungan kasar, pemerintah bisa menerima sekitar Rp400 miliar hingga akhir tahun ini," kata Direktur Eksekutif Lembaga untuk Pembangunan Ekonomi dan Keuangan (Indef) Enny Sri Hartati saat dihubungi di Jakarta, Rabu.

Ia mengatakan potensi agregasi sebesar itu mestinya bisa digunakan secara efektif untuk jangka panjang melalui peningkatan produksi kedelai dalam negeri. Nilai Rp400 miliar cukup besar jika digunakan sebagai bantuan ke petani kedelai.

Bantuan yang diberikan bisa berupa pembagian bibit varietas unggul, teknologi dan sarana prasarana pertanian serta pupuk. Dengan demikian, saat nanti mencapai titik impas (break even point) pemerintah tak perlu khawatir dengan kelangkaan bahan pangan karena pasokan kedelai dari dalam negeri melimpah, tambahnya.

"Konsumen akan tetap merasakan harga yang tinggi karena penurunan harga kedelai sekitar Rp400 -Rp500 per kilogram tidaklah berpengaruh banyak," katanya.

Enny juga berpendapat sejak awal pemerintah seharusnya memikirkan rencana jangka panjang untuk menurunkan harga pangan yang melambung akibat ketergantungan pada produk pangan impor.

"Instrumen untuk menurunkan harga kedelai mestinya bukan cuma bea masuk impor karena tidak akan menyelesaikan masalah untuk ke depannya," katanya.

Kelangkaan pangan seperti yang terjadi saat ini, menurut dia, seperti mengulang kejadian di 2008. Saat itu, pemerintah juga menetapkan pembebasan BM kedelai dari yang seharusnya lima persen menjadi nol persen.  Kebijakan pembebasan bea masuk impor seperti itu terkesan instan dan tidak jelas pihak mana yang diuntungkan, kata dia.

(Z003)

Editor: Ella Syafputri

COPYRIGHT © ANTARA 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga