Senin, 22 September 2014

Senjata serang terlarang bagi sipil di Illinois

Rabu, 1 Agustus 2012 13:06 WIB | 2.370 Views
Senjata serang terlarang bagi sipil di Illinois
Pelaku penembakan, James Holmes (24), dalam satu foto yang dikeluarkan Universitas Colorado 20 Juli 2012. (Reuters)
Chicago (ANTARA News) - Gubernur Illionis, Pat Quinn, Selasa kemarin, mengusulkan larangan kepemilikan senjata serang di negara bagian itu menyusul pembantaian di gedung bioskop pada 20 Juli di Colorado. 12 orang tewas atas serangan bersenjata api semiotomatis oleh mantan mahasiswa S2.

Quinn, dari Partai Demokrat AS, menyebut dirinya pendukung kuat hak berdasarkan Undang Undang Kepemilikan Senjata. Namun di dalam surat dia kepada Dewan Legislatif Illinois, dia menyatakan, penyebaran senjata serang ala-militer merusak keselamatan masyarakat.

"Tak ada tempat di negara bagian Illionis bagi senjata yang dirancang untuk melepaskan tembakan cepat ke sasaran manusia dari jarak dekat," kata Quinn, sebagaimana dikutip Reuters, Rabu. Ia juga mengusulkan larangan atas magasin amunisi kapasitas tinggi.

James Holmes, penyerang bersenjata itu, menembakkan senapan semi-otomatis Smith & Wesson MP223, yang serupa dengan senapan serang AR-15, serta beberapa lagi senjata api. Senin lalu (30/7) dia menghadapi 24 tuntutan pembunuhan tingkat-pertama dan 116 tuntutan percobaan pembunuhan. 

"California, Connecticut, Massachusetts, New Jersey dan New York memberlakukan larangan serupa," kata Quinn. Larangan di seluruh negeri itu atas senjata semiotomatis tertentu berakhir pada 2004.

Illionis, satu-satunya negara bagian tanpa hukum yang mengizinkan orang membawa senjata yang disembunyikan, memiliki Dewan Legislatif yang mayoritas anggota Demokrat. Namun usul larangan senjata serang yang diajukan oleh Quinn tampaknya akan menghadapi rintangan dari anggota Dewan Legislatif dari luar Chicago.

Paling cepat masalah tersebut baru akan dipertimbangkan oleh Dewan Legislatif pada November, kata Brooke Anderson, wanita Juru Bicara bagi Kantor Gubernur.

(C003/A011)

Editor: Ade Marboen

COPYRIGHT © 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga