Rabu, 3 September 2014

Korea Selatan tolak tuduhan Korea Utara rancang teror

Rabu, 1 Agustus 2012 13:32 WIB | 2.730 Views
Seoul (ANTARA News) - Korea Selatan, Rabu, menolak tuduhan Korea Utara bahwa Seoul merancang teror. Korea Selatan menyebut tuduhan itu "menggelikan" sekaligus menegaskan mereka akan melindungi para aktivisnya yang diancam Pyongyang.

Pyongyang, Selasa malam kemarin, mengatakan para aktivis itu terlibat dalam rencana-rencana Amerika Serikat dan Korea Selatan untuk meledakkan patung-patung para pemimpin lama dan melakukan teror lain di Korut.

Amerika Serikat dan Korea Selatan harus menghentikan pembujukan dan penculikan para warga Korea Utara bagi terorisme yang disponsori negara dan harus melarang kelompok-kelompok bersekongkol menghadapi Pyongyang, katanya memperingatkan.

Korut menuduh kedua negara itu mengirim seorang mata-mata untuk berusaha meledakkan patung-patung pemimpin Korut Kim Il-sung.

"Korea Utara melancarkan tuduhan-tuduhan menggelikan mengenai penculikan, tindakan-tindakan terorisme dan kejahatan yang melibatkan sejumlah pembelot Korea Utara," kata seorang juru bicara Kementerian Unifikasi Korsel.

Korea Utata menyebut Kim Young-hwan, yang ditahan selama lebih dari tiga bulan dan dituduh dianiaya China karena berusaha membantu para pengungsi Korut di negara itu.

Korut juga mengidetifikasi Kim Song-Min, seorang pembelot dan ketua Radio Free North Korea.

Juga menyebut Park Sang-Hak, yang meninggalkan Korut dan kini mengirim selebaran-selebaran anti-Pyongyang melintas perbatasan itu; dan Cho Myung-Chul, seorang pembelot yang menjadi anggota parlemen partai yang memerintah Korsel dalam pemilu April.

(H-RN/M016)

Editor: Ade Marboen

COPYRIGHT © 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga