Jumat, 31 Oktober 2014

Seniman China konflik dengan negaranya

| 2.644 Views
id seniman china, konflik seniman china, seniman china dibebaskan, pembebasan seniman china seniman china dipenjara
... pengadilan China mendenda 2,4 juta dolar atas penggelapan pajak terhadap Ai, sebagai cara untuk memberangus suaranya...
Los Angeles (ANTARA News) - Seniman asal China, Ai Weiwei, jadi berita utama di seluruh dunia sejak penahanannya di China tahun lalu. Dia berkonflik dengan pemerintahan China dan dipenjara selama beberapa waktu sebelum dibebaskan dengan jaminan jutaan dolar Amerika Serikat.

Namun di luar hasil karyanya, sejumlah orang di negara-negara Barat, di antaranya Amerika Serikat, mengetahui usahanya untuk lebih mendorong pemerintahan terbuka di China. Di balik kesuksesan pertumbuhan ekonomi China yang luar biasa itu, ada ketertutupan pemerintah Tirai Bambu.

Sebagai seorang seniman, ia memiliki bakat yang menarik seperti menggambar, melukis, memahat, mengerjakan seni konseptual, fotografi, kritik budaya, dan arsitektur.

Kini, sebuah film dokumenter, Ai Weiwei: Never Sorry, yang menyoroti sosok laki-laki di balik seniman pembangkang itu, dengan tujuan supaya Amerika Serikat dan penonton bisa belajar lebih banyak tentang budaya China dan mungkin tentang diri mereka sendiri.

Ai, 54, menghilang di negaranya pada April 2011, dan setelah ada kecaman dari pecinta seni, politisi dan aktivis kebebasan berbicara, ia ditemukan telah dipenjara oleh otoritas China.

Ia dibebaskan setelah 81 hari masa penahanan, dan bulan ini, pengadilan China mendenda 2,4 juta dolar atas penggelapan pajak terhadap Ai, sebagai cara untuk memberangus suaranya.

Hal tersebut menjadi berita utama, tapi siapakah laki-laki itu?

"Bagi saya, itu adalah pertanyaan yang mengarahkan. Siapa orang ini?," kata Alinson Klayman kepada Reuters. Klayman adalah pembuat film Aiweiwei: Never Sorry, yang kini ditayangkan di bioskop-bioskop Amerika.

"Saya sungguh merasa seperti apa yang saya temukan, dan apa yang tercermin dalam Never Sorry adalah seorang komunikator yang efektif dan hebat, seorang organisator politik, dan seorang komentator sosial. Namun di atas segalanya, ia seorang seniman, yang termotivasi keinginannya untuk mendorong negaranya maju," kata Klayman.

Klayman pertama kali bertemu Ai saat tinggal di China dan bekerja untuk Radio Publik Nasional, acara PBS Frontline, dan outlet media lain Amerika Serikat.

Ia diminta untuk melakukan wawancara dengan Ai setelah perannya sebagai konsultan artis untuk stadion Olimpiade Beijing 2008, yang dijuluki dengan Sarang Burung karena desainnya yang mencolok.

Hasil karya Sarang Burung Ai tersebut menjadikannya tenar di seluruh dunia, namun di China sendiri Ai telah terkenal dengan karya seninya, desain, aktivisme, dan keluarganya. Ayahnya adalah penyair China, Ai Qing, dan setelah menghabiskan studinya di Amerika Serikat pada 1980-an, Ai Weiwei kembali ke China bersama ayahnya, yang meninggal pada 1996.

Pada 1990-an, Ai Weiwei menerbitkan serial buku jenis underground tentang seniman muda dan sedang berkembang yang berusaha dengan sungguh-sungguh menjaga tradisi.

Pada 2000-an, ia menantang pejabat China melalui kehidupan di balik Tembok Besar. Di antara karyanya yang lain, lukisan-lukisan tersebut yang menunjukkan satu tangan dengan jari tengah untuk melambangkan otoritas China seperti Lapangan Tiananmen.

Pada 2007, ia mengecam Sarang Burung dan Olimpiade Beijing sebagai propaganda politik, dan pada 2008, Ai mulai bekerja untuk mengungkap nama-nama lebih dari 5.000 anak yang tewas dalam gempa bumi yang besar (nama pemerintah tidak ingin diungkapkan). (*)

Editor: Ade Marboen

COPYRIGHT © ANTARA 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga