Minggu, 21 Desember 2014

Pertempuran berkobar di Damaskus

| 5.958 Views
id pertempuran di damaskus, pertempuran di suriah, konflik suriah, aksi kekerasan di suriah
Pertempuran berkobar di Damaskus
Tentara berjaga di jalanan Damaskus pada 20 Juli lalu. Pada saat yang sama pertempuran antara pasukan pemerintah dan pemberontak terjadi di ibu kota bisnis, Aleppo.(REUTERS/Stringer)
Beirut (ANTARA News) - Pertempuran antara tentara dan pemberontak untuk pertama kalinya meletus pada Rabu di dekat dua distrik di Damaskus, kata kelompok Observatorium bagi Hak Asai Manusia Suriah.

"Pertempuran meletus pada Rabu pagi di pinggiran permukiman Bab Tuma dan Bab Shargi. Indikasi pertama adalah seorang tentara tewas," kata kelompok yang bermarkas di Inggris itu dalam pernyataannya.

"Pertempuran terjadi di daerah-daerah di mana sebelumnya tidak pernah jadi ajang pertempuran. Ini adalah daerah-daerah dimana pemberontak sejauh ini tidak memiliki akses," kata ketua Observatorium Rami Abdel Rahman kepada AFP.

Seorang saksi mata mengatakan pemberontak menyerang satu posisi militer dekat Bab Sharqi pada pukul 04.00 waktu setempat (08.00 WIB) dalam satu bentrokan senjata yang berlangsung selama15 menit. Seorang koresponden AFP mengatakan selanjutnya situasi daerah itu kembali tenang.

Bab Tuma dan Bab Sharqi adalah tempat bermukim warga Kristen di Kota Tua Damaskus dan belakangan menjadi tempat wisata dengan beberapa hotel. Tempat itu juga menjadi lokasi beberapa protes pro-pemerintah dalam waktu lalu.

Sebelumnya Komite Koordinasi Lokal (LCC) yang mengorganisasi protes-protes di lapangan melaporkan sebuah ledakan dan tembakan senjata api berat dari Jalan Baghdad, rute jalan arteri utama melalui kota itu.

LCC juga menyatakan bahwa daerah pinggiran selatan ibu kota, Tadamun, dihantam serangan mortir pada Rabu dini hari.

Penduduk Damaskus mendengar ledakan-ledakan dan suara tembakan pada Selasa malam di beberapa distrik, terutama di daerah barat dekat Kfar Sousa.

Pertempuran di distrik itu meletus kembali sejak Senin, setelah mereda ketika pemberontak menyerang satu pos pemeriksaan pemerintah dengan granat berpelontar roket.

Sejak 20 Juli lalu, pertempuran antara pemberontak dan pasukan pemerintah berpusat di ibu kota bisnis Aleppo di utara.

Pada Selasa 154 orang, termasuk diantaranya 35 waga sipil, 63 tentara dan 27 pemberontak, tewas dalam aksi kekerasan di seluruh negara itu, separuhnya terjadi di Aleppo.

Pasukan pemerintah dan pemberontak dikerahkan ke Alepo pada Selasa saat kedua pihak mempersiapkan diri bagi perang lama setelah 40 polisi tewas dalam empat pertempuran sehari dalam konflik yang berlangsung hampir 17 bulan itu.

Menurut Observatorium Hak Asasi Manusia Suriah, lebih dari 20.000 orang terbunuh sejak pemberontakan meletus pertengahan Maret tahun lalu. Namun data itu sulit diverifikasi secara independen karena PBB sudah berhenti mencatatnya.

(H-RN)

Editor: Maryati

COPYRIGHT © ANTARA 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga