Kamis, 18 Desember 2014

Mendag terus pantau pasokan kebutuhan pokok

| 3.488 Views
id menteri perdagangan, gita wirjawan, pantau harga dan pasokan, kebutuhan pokok, pasar mayestik
Mendag terus pantau pasokan kebutuhan pokok
Menteri Perdagangan Gita Wirjawan (kanan) berbincang dengan seorang pedagang daging saat melakukan kunjungan di Pasar Mayestik, Jakarta Selatan, Rabu (1/8)). Kunjungan tersebut untuk memantau harga dan pasokan kebutuhan pokok di pasaran pada bulan Ramadhan hingga lebaran. (FOTO ANTARA/Zabur Karuru)
Pantauan harga di Pasar Mayestik cukup stabil
Jakarta (ANTARA News) - Sepekan lebih memasuki bulan puasa, pemerintah masih terus memantau harga dan pasokan kebutuhan pokok.

Dalam rangkaian pemantauan langsung, Menteri Perdagangan Gita Wirjawan Rabu pagi mengunjungi Pasar Mayestik di Jakarta Selatan.

Menurut Mendag, pasokan kebutuhan bahan pokok di Pasar Mayestik jumlahnya meningkat dibandingkan bulan Ramadhan tahun lalu.

Beberapa bahan kebutuhan pokok, seperti beras, gula pasir, minyak goreng, telur ayam, cabe dan bawang merah, harganya tidak berubah dalam tiga hari terakhir.

"Pantauan harga di Pasar Mayestik cukup stabil. Misalnya beras, harganya cukup terjangkau di kisaran Rp8.000-Rp9.000 per kg, tergantung jenisnya. Lalu, gula pasir dan minyak goreng curah masing-masing seharga Rp13.000 per kg dan Rp12.000 per kg,” jelas Mendag.

Pemerintah menyadari adanya beberapa bahan kebutuhan pokok di tingkat nasional yang mengalami kenaikan. Namun demikian, Pemerintah akan terus mengupayakan agar kenaikan tersebut dapat diminimalisir melalui pemantauan yang terus menerus.

Pemantauan penting untuk memastikan agar seluruh pemangku kepentingan dan pelaku usaha dapat turut berperan dalam stabilisasi harga dan tersedianya pasokan yang cukup.

Kementerian Perdagangan bersama dengan para pelaku usaha juga telah mempersiapkan sejumlah Pasar Murah yang digelar selama bulan puasa di hampir seluruh wilayah di Indonesia.

Mendag kembali menggarisbawahi dua hal penting terkait harga dan pasokan bahan kebutuhan pokok. Yang pertama, terkait dengan pola konsumsi yang berlebihan.

“Sebaiknya kita dapat menjaga pola konsumsi yang wajar dengan mengurangi konsumsi gula atau beras secara berlebihan. Menjaga pola konsumsi ini juga penting untuk kesehatan kita semua,” katanya.

Hal penting kedua adalah, adanya sistem pertukaran informasi antara masyarakat yang terdiri dari pedagang dan pembeli dan pemerintah mengenai ketersediaan bahan pokok di titik-titik distribusi.

“Masyarakat diharapkan dapat secara aktif memberitahukan kepada kami jika terjadi kelangkaan di titik-titik tertentu agar kami dapat segera berkoordinasi dengan para pelaku usaha untuk mengisi kekosongan tersebut,” imbuhnya.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag Gunaryo menjelaskan perkembangan harga rata-rata bahan kebutuhan pokok di tingkat nasional.

“Jika harga pada minggu ke-4 Juli 2012 dibandingkan pada minggu sebelumnya, maka komoditas yang mengalami penurunan adalah gula pasir (0,80%) menjadi Rp12.919/kg, bawang merah (5,76%) menjadi Rp14.307/kg, cabe merah biasa (5,54%) menjadi Rp25.407/kg."

"Cabe merah keriting (4,61%) menjadi Rp26.887/kg, telur ayam kampung (0,75%) menjadi Rp37.385/kg, daging ayam ras (0,98%) menjadi Rp28.248/kg, daging sapi (0,47%) menjadi Rp78.083/kg."

Sedangkan komoditas yang mengalami kenaikan harga antara lain kedelai lokal (3,80%) menjadi Rp9.373/kg, kedelai impor (3,94% menjadi Rp8.835/kg.

"Beras, minyak goreng kemasan, tepung terigu dan gula harganya cukup stabil,” jelasnya.

(*)

Editor: Suryanto

COPYRIGHT © ANTARA 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga