Jayapura (ANTARA News) - Sedikitnya 106 warga distrik Ulilin, Kabupaten Merauke, Provinsi Papua yang keracunan makanan saat sahur pada Selasa (31/7) pagi kemarin, masih dirawat di GOR dan klinik Asiki.

Kapolsek Asiki, Kabupaten Boven Digul, AKP Dzul Fadlan melalui telepon seluler Rabu mengatakan saat ini ratusan warga korban keracunan makanan tengah mendapat perawatan yang intensif dari pihak medis.

"Sebelumnya ada 125 warga yang keracunan makanan dan mendapat perawatan tetapi saat ini tinggal 106 warga karena yang lainya sudah merasa sehat dan telah pulang," katanya.

Ia menjelaskan bahwa pada Selasa (31/7) pagi kemarin, sebanyak 200 warga distrik Ulilin yang terdiri dari lelaki dewasa, perempuan dan anak-anak yang juga merupakan karyawan PT Bio Inti Agrindo (BIA) tengah mengkonsumsi hidangan sahur bersama dengan berbagai macam lauk.

"Akan tetapi Pukul 06.30 WITA, 125 diantyaranya dikabarkan muntah-muntah, sehingga dilarikan ke klinik Asiki, Klinik Kantor BIA dan GOR setempat untuk mendapatkan pertolongan," katanya.

"Dari 106 warga tersebut, terdiri dari laki-laki 76 orang, perempuan 13 orang, dewasa 8 orang dan 15 orang anak," lanjutnya.

Masalah keracunan tersebut, kata AKP Dzul, tidak masuk dalam persoalan wilayah hukumnya tetapi karena berdekatan dengan wilayah tugasnya maka, pihaknya bersifat hanya ingin membantu dan mengamankan sejumlah sampel makanan yang dimakan ratusan korban.

"Kami telah meminta sejumlah keterangan dari koki perusahaan yang memasak makanan dan ini persoalan masuk dalam wilayah hukum Polres Merauke.

"Dan kami hanya bersifat membantu yakni berkoodinasi. Saat ini tim dari Polres Merauke tengah menyelidiki kasus keracunan tersebut," lanjutnya.

Dari informasi yang dihimpun ANTARA dari berbagai sumber PT. Bio Inti Agrindo memiliki karyawan ribuan, yang mana persuhaan tersebut membudidayakan kelapa sawit yang menghasilkan CPO (crude palm oil) atau minyak kelapa sawit.

Perusahan tersebut berdiri pada tahun 2006 dan beroperasi di sejumlah tempat/kampung di kabupaten Merauke, Provinsi Papua.

(ANTARA)