Sabtu, 30 Agustus 2014

Mahasiswa Petra Surabaya ciptakan permainan kartu wayang

Rabu, 1 Agustus 2012 21:10 WIB | 3.953 Views
Mahasiswa Petra Surabaya ciptakan permainan kartu wayang
Ilustrasi. Wayang kulit (FOTO ANTARA/Anis Efizudin)
Surabaya (ANTARA News) - Mahasiswa Universitas Kristen (UK) Petra Surabaya, Stivan Tanu Widjojo, menciptakan permainan kartu wayang untuk mengenalkan seni tradisional itu kepada anak muda usia 12 hingga 22 tahun.

"Saya ciptakan permainan kartu wayang untuk memenuhi budaya anak muda sekarang yang suka serba instan, waktu pendek, dan tidak menguasai Bahasa Jawa," katanya di kampus setempat, Rabu.

Menjelang wisuda 883 wisudawan pada 3-4 Agustus mendatang, pria asal Surabaya itu menjelaskan pihaknya memilih cara untuk menyiasati anak muda sekarang dengan menciptakan permainan kartu wayang sebagai tugas akhir (TA).

"Mahasiswa ITS sudah pernah menciptakan permainan kartu serupa, tapi dia menggunakan sistem `perang-perangan` yang digunakan dalam permainan `Yu-Gi-Oh`, tapi saya menciptakan sistem permainan `perang` baru," katanya.

Peraih IPK 3,53 itu menargetkan permainan kartu wayang yang diciptakan itu akan membuat anak muda lebih mengenal budaya bangsa dengan cara yang cocok dengan zamannya.

"Saya ingin mengenalkan kepada teman-teman muda bahwa wayang itu bukan sekadar mengandung unsur seni, tapi di dalamnya ada unsur filosofi yang dapat menjadi media pembelajaran untuk kehidupan," katanya.

Mahasiswa Jurusan Desain Komunikasi Visual (DKV) angkatan 2008 itu mengatakan permainan dimulai dengan empat jenis kartu yakni kartu karakter, kartu pasukan, kartu gerakan, dan kartu hari.

"Awalnya, pemain mengambil salah satu dari 10 kartu karakter yang mewakili Bhishma, Yudhistira, Karna, Arjuno, Bhima, dan sebagainya, lalu mengambil satu dari puluhan kartu gerakan," katanya.

Di dalam kartu gerakan itulah, katanya, pemain dapat melakukan gerakan sesuai dengan perintah yang tertulis di dalam kartu itu. "Untuk kartu pasukan dan kartu hari hanya dibutuhkan sebagai pendukung kartu karakter," katanya.

Dari kartu karakter itulah, anak muda mengenal tokoh wayang. "Pengenalan itu pun hanya saya ambil sepotong dari Kisah Bharata Yudha yang berasal dari India tapi sudah mengandung nilai-nilai Indonesia," katanya.

Dalam kesempatan itu, Stivan didampingi tiga dari 136 wisudawan S1 "cumlaude" lainnya yakni Chrisensiani (Arsitektur), Johannes Christian Sudarto (Teknik Informatika), dan Lidwina Stephani Bulan (Teknik Informatika).

Chrisensiani (Arsitektur) merancang Fasilitas Wisata Edukasi Astronomi di Dataran Dieng (Jateng), sedangkan Johannes Christian Sudarto (Teknik Informatika) merancang aplikasi pencarian restoran berbasis Android, lalu Lidwina Stephani Bulan (Teknik Informatika) merancang aplikasi menu makanan.

"Aplikasi menu makanan yang saya rancang masih berbentuk master, tapi saya sudah mencoba untuk teman-teman. Aplikasi itu memberi panduan menu makanan selama seminggu untuk orang yang berpotensi hipertensi, kolesterol, diabet, jantung, dan asam urat," katanya.

(E011/M026)

Editor: Tasrief Tarmizi

COPYRIGHT © 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga