Minggu, 21 Desember 2014

Vakum 12 tahun, Humania siapkan album baru

| 2.671 Views
id Humania, eq puradiredja, musik jazz, festival musik
Banyak yang minta Humania kasih warna segar di dunia musik Indonesia"
Jakarta (ANTARA News) - Setelah vakum selama 12 tahun, duo beraliran jazz, Humania, akan kembali menyapa penggemarnya lewat album keempat yang rencananya dirilis akhir tahun ini.

"Ini bukan karena kita mau populer lagi, tetapi karena banyaknya permintaan. Banyak yang minta Humania kasih warna segar di dunia musik Indonesia," kata EQ Puradiredja usai jumpa pers Java Soulnation di The Sultan Hotel, Jakarta, Rabu.

Duo yang memperkenalkan aliran musik jazz baru pada masanya itu sudah menyiapkan materi lagu yang akan dirilis. Rencananya, EQ dan rekannya, Redyanto Heru Nurcahyo (Heru), akan merilis single secara bertahap.

"Single sudah siap, kami sedang cari momen yang tepat untuk rilis. Single pertama rencananya dirilis akhir tahun," jelas EQ.

Humania akan menyajikan kolaborasi konsep dari tiga album sebelumnya yakni album "Terserah" (1993), "Sahabat Lama" (1996), dan "Interaksi" (2000).

Pada single pertama yang akan diluncurkan pada album keempat nanti, Humania akan membawakan lagu lama, "Bersama", yang dikemas ulang dan menggandeng penyanyi lain seperti Dira Sugandi, Angga "Maliq" Puradiredja, dan lainnya.

"Album sekarang lebih banyak kolaborasi dengan artis-artis lain, mengajak bintang tamu. Humania sendiri lebih fokus ke producing karena dari dulu kami kan dua-duanya produser," ujar EQ.

Selain menjadi ajang melepas rindu pada penggemar, kehadiran kembali Humania juga memberi angin segar dalam segi pemasaran di tengah krisis yang melanda industri musik saat ini.

"Kami mengeluarkan free download pada single pertama," kata EQ. Dalam kemasannya nanti akan dimasukan unsur kampanye simpatik untuk menyentuh kesadaran pasar.

"Kondisi industri saat ini kita dipaksa untuk mencari sistem baru, pemerintah mencari perangkat hukum baru, tetapi pasarnya sendiri dibiarkan saja seperti itu," jelas EQ.

"Kita membayangkan alangkah idealnya membuat gerakan simpatik dan penyuluhan. Karena pasar masih enggan beli album, jika itu terjadi perlahan kegiatan industri musik akan mati," tambahnya.

(M047)

COPYRIGHT © ANTARA 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga