Sabtu, 20 September 2014

Andi Darussalam: jangan remehkan istilah "Timnas"

Rabu, 1 Agustus 2012 22:55 WIB | 4.653 Views
Andi Darussalam: jangan remehkan istilah
Valencia Tiba di Indonesia Sejumlah pendukung berfoto dengan latar belakang para pesepakbola tim Valencia CF, di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Rabu (1/8). Tim sepak bola Spanyol, Valencia, dijadwalkan melakukan berbagai kegiatan, di antaranya akan bertanding melawan Tim Nasional Senior Indonesia di Gelora Bung Karno, Sabtu (4/8). (FOTO ANTARA/Ismar Patrizki)
Jakarta (ANTARA News) - Mantan manajer Timnas Indonesia, Andi Darussalam Tabusala, mengingatkan agar semua pihak tidak meremehkan dan berlaku sembarangan terhadap pembentukan Timnas jika situasi organisasi PSSI masih dalam kondisi karut marut seperti sekarang ini.

"Saya termasuk yang keberatan jika dalam situasi persepakbolaan nasional yang masih karut-marut ini kita mengedepankan kata 'Timnas' untuk tim-tim yang dipersiapkan oleh kepengurusan PSSI sekarang. Konotasi `Timnas' bagi saya sangat sakral dan tak bisa sembarang dipakai," ujar Andi Darussalam kepada wartawan di Jakarta, Selasa.

"Dalam situasi kisruh PSSI saat ini sangat sulit bagi kita untuk memperoleh `Timnas' yang benar-benar menjadi akumulasi seluruh pemain terbaik yang ada di kompetisi," lanjutnya.

Andi Darussalam mengatakan hal itu terkait dengan kontroversi seputar bergabungnya Ponaryo Astaman, Bambang Pamungkas dan Firman Utina ke dalam tim bentukan PSSI Djohar Arifin untuk menghadapi laga persahabatan melawan klub Valencia Spanyol pada Sabtu mendatang.

Andi yang telah puluhan tahun berkecimpung di sepakbola nasional mengingatkan Ponaryo dan kawan-kawan bahwa dalam situasi sekarang ini amat riskan bagi dirinya untuk membela tim yang dibentuk oleh kepengurusan PSSI dengan kondisi sekarang ini.

"Saya juga sampaikan kepadanya bahwa bagaimana pun ia harus memahami aturan main yang ada dan tentunya mengikuti kesepakatan yang seharusnya dijalankan. Ponaryo dan kawan-kawan harus lebih dulu meminta pertimbangan, saran atau izin dari klubnya masing-masing. Dengan demikian, dalam konteks persoalan sekarang ini, Ponaryo, Firman dan Bambang yang sama-sama berkeinginan memperkuat tim melawan Valencia seharusnya lebih dulu meminta izin kepada klubnya masing-masing," tegasnya.

Dalam konteks ini pun PSSI harus berkirim surat kepada klub mereka masing-masing, dan klubnya yang akan memberi respon. Apakah respon dari klub sesuai dengan keinginan mereka, adalah kembali pada kewenangan klub karena klub memikiki otoritas tersendiri.

Andi mengakui, menjadi kebanggaan bagi seorang pemain untuk membela Timnas, Namun, ada kesepakatan dan ada perjanjian antara pemain dengan klub yang sama-sama harus dipatuhi.

"Pemain memang punya hak untuk bermain dan juga menuntut hak-haknya. Itulah profesionalisme. Akan tetapi, tentunya ada perjanjian-perjanjian antara pemain dengan manajemen klub yang juga harus dipegang dan dipatuhi. Inilah etikanya. Seorang pemain tentunya tidak hanya menuntut profesinalismenya tetapi tidak harus mengabaikan etika yang harus dijunjung tinggi. Jika tidak, pemain itu sama saja tidak bersikap profesional, ujarnya.

Andi menambahkan, mestinya para pemain bisa lebih bijak menyikapi situasi persepakbolaan nasional sekarang ini bahwa masalah Timnas termasuk yang tengah dibahas oleh Joint Committee (JC) sehingga mereka harus menunggu formula atau solusi yang dicapai oleh JC.

"Mereka sudah tidak beretika dan mencederai kesepakatan (gentleman-agreement) yang sudah dibuat dengan klubnya dalam bentuk kontrak. Bagaimana mereka akan tetap merasa bangga menjadi pengurus dari sebuah organisasi bernama APPI itu jika apa yang mereka lakukan ternyata melanggar etika organisasi. Saya kira apa yang mereka lakukan tidak patut diteladani," ujarnya.

Andi menambahkan, dirinya sangat sedih dan tidak habis mengerti dengan apa yang dilakukan oleh Ponaryo, Bambang Pamungkas atau Firman Utina.

"Belasan tahun saya bersama mereka di Timnas dan saya sangat mengenal karakter mereka. Tetapi dengan keputusan yang mereka buat sekarang, mereka seperti menjadi 'orang asing' di mata saya," demikian Andi Darussalam.

(ANT)

Editor: Tasrief Tarmizi

COPYRIGHT © 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga