Tarmiyah (ANTARA News/AFP) - Sejumlah pria bersenjata menewaskan empat polisi dalam serangan yang terjadi Rabu (1/8) saat melakukan patroli di Taji, utara Baghdad, sementara dua lagi tewas dalam serangan terhadap satu penjara, kata para pejabat keamanan dan medis.

Seorang pejabat kementerian dalam negeri mengatakan bahwa orang-orang bersenjata tak dikenal itu menyerang polisi yang sedang berpatroli di Taji, menewaskan empat polisi.

Korban dikonfirmasi oleh seorang pejabat medis, yang mengatakan serangan itu terjadi pada sekitar pukul 20.30 waktu setempat.

Menurut pejabat medis, sebuah bom pinggir jalan meledak ketika bala bantuan polisi tiba di lokasi.

Sementara itu, seorang kapten polisi mengatakan bahwa pria bersenjata juga mencoba untuk masuk ke sebuah penjara di Taji, menewaskan dua penjaga polisi, dan meledakkan bom yang menghancurkan sebuah gerbang yang sedang dibangun dan melukai lima polisi di sebuah menara pengawasan.

Bentrokan pecah, dan daerah itu dikepung oleh tentara dan polisi, kata kapten tersebut.

Polisi Thair al-Muzaham, yang berada di penjara itu, mengatakan: "Dua dari rekan saya tewas dalam serangan itu, dan satu terluka kini dalam kondisi sangat kritis."

Serangan itu terjadi setelah kelompok terdepan Al Qaida di Negara Islam Irak mengatakan akan merebut kembali wilayah itu, dan meminta suku Arab Sunni untuk mengirim para petempurnya, dalam rekaman yang disiarkan atas nama pemimpinnya Abu Bakar al-Baghdadi.

Pesan yang disiarkan di forum jihad itu mengatakan ISI akan mulai menargetkan para hakim dan jaksa, dan mencoba untuk membantu tahanan keluar dari penjara Irak.

Sebelumnya, Brigjen Hamid Muhammad Qamr mengatakan kepada AFP bahwa Wissam Karim al-Shilal, pemimpin Al Qaida yang diduga dituduh merencakan dan melaksanakan serangan terhadap sebuah pangkalan militer Irak pada 23 Juli yang menewaskan 15 tentara, tewas dalam pertempuran dengan tentara Irak.

Shilal tewas di dekat Al-azhiim, utara Baghdad.

Kekerasan di Irak telah menurun dari puncaknya pada tahun 2006-2007, namun serangan-serangan tetap serang terjadi, bahkan menewaskan 325 orang pada Juli menurut sumber resmi, atau jumlah korban tewas tertinggi bulanan dalam hampir dua tahun terakhir.
(Uu.H-AK)