Kamis, 2 Oktober 2014

Kristin Armstrong, punya anak bukan halangan dapat medali

Kamis, 2 Agustus 2012 14:10 WIB | 3.713 Views
Kristin Armstrong, punya anak bukan halangan dapat medali
Atlet sepeda Amerika Serikat Kristin Armstrong berpose di podium saat meraih emas cabang bersepeda nomor Time Trial pada Olimpiade London 2012, Rabu (1/8/12). (london2012)
Anak saya memberi keseimbangan... saya tidak bisa berhenti memikirkan bersepeda
London (ANTARA News) - Menjadi atlet peserta olimpiade sekaligus seorang ibu, nampaknya bukanlah sebuah alasan untuk tidak meraih medali. Ini yang berlaku bagi atlet asal Amerika Serikat Kristin Armstrong.

Ia memang sempat pensiun dari bersepeda karena melahirkan anaknya tahun 2009. Banyak orang-orang yang meragukan dia kembali ke arena balap, namun semua prediksi itu ditepis oleh Armstrong.

Pebalap sepeda berusia 38 tahun itu berhasil memperoleh catatan waktu tercepat 37 menit 34.82 detik, sekaligus meraih emas nomor time trial, Olimpiade London 2012.

"Anak saya memberi keseimbangan... saya tidak bisa berhenti memikirkan bersepeda," kata Armstrong seperti dikutip Reuters.

Menurutnya, ada motivasi lebih yang membuatnya lebih kuat untuk berkompetisi ketika memiliki anak. Terlebih ketika berlatih sebelum bertanding, Armstrong selalu membawa anaknya ke tempat latihan.

Tidak semuanya mengenakkan, terkadang tuntutan untuk merawat anak bisa jadi mempengaruhi jadwal berlatihnya.

"Hari pertama ketika kembali berlatih, enam minggu setelah melahirkan Lucas, saya selalu menoleh kebelakang (ketika latihan) dan mungkin akan tertabrak mobil. Semua ibu yang saya tanya mengatakan itu normal, saya mempunyai kekhawatiran yang lebih (pada anak) daripada bersepeda," kata Armstrong.

Ada juga pebalap yang telah memiliki dua orang anak dan tetap berprestasi. Atlet asal Rusia, Olga Zebelinskaya (32) berhasil dapat perunggu di nomor yang sama dengan Armstrong.

Menurutnya, atlet perempuan yang juga seorang ibu akan memiliki keadaan psikologis berbeda dengan atlet lelaki yang menjadi seorang ayah.

"Secara psikologis kami berbeda. Kami lebih memikirkan tentang keluarga lebih banyak, dan kami merindukan anak-anak kami," kata Zabelinskaya.

Anak tertuanya, Bogdan pernah mengalami patah tulang ketika mengendarai sepeda sebelum usianya pantas untuk bersekolah.

Sedangkan adiknya, Vitaly sudah berlomba bersama anak-anak yang lebih tua dari usianya, sejak umur dua tahun.

Zabelinskaya mengatakan kepada anak-anaknya jika ingin menjadi pebalap sepeda, maka harus berlatih lebih keras lagi.

Medali perunggu yang dibawa pulangnya dari London itu bisa dijadikan contoh untuk keduanya bahwa tidak mudah mejadi pembalap hebat.

"Sekarang mereka mengerti bahwa mendapatkan medali bukanlah main-main. Mereka melihat saya berlatih, dan kelelahan, dan sekarang mereka tahu untuk apa itu semua dilakukan," kata Zabelinskaya.
(lod)

 

Penerjemah: M Baghendra Lodra

Editor: AA Ariwibowo

COPYRIGHT © 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga