Minggu, 26 Oktober 2014

IMI sambangi Pulau Marore untuk pembuatan film

| 2.620 Views
id fim semi scientific, film pulau-pulau terluar, imi, indonesia maritime institute, y paonganan
Perjalanan ke sini cukup melelahkan karena selain jaraknya jauh, juga transportasi laut yang sangat minim. Alat transportasi yang tersedia hanya kapal-kapal perintis,"
Jakarta (ANTARA News) - Dalam rangka memulai rangkaian pembuatan film semi scientific, yaitu "Surat untuk Presiden dan Jurnal dari Pulau-Pulau Terluar", pegiat Indonesia Maritime Institute (IMI) mengunjungi ke Pulau Marore, Sulut yang berbatasan langsung dengan Filipina.

"Perjalanan ke sini cukup melelahkan karena selain jaraknya jauh, juga transportasi laut yang sangat minim. Alat transportasi yang tersedia hanya kapal-kapal perintis yang jadwalnya tidak pasti dan juga kapal-kapal kecil sejenis pumboat yang bisa disewa," kata Direktur Eksekutif IMI, Y Paonganan, saat dihubungi, Kamis.

Doktor lulusan IPB itu mengatakan kondisi pulau Marore ini tidak jauh berbeda dengan pulau terluar lainnya seperti Enggano di Bengkulu. Namun, secara umum, sarana komunikasi cukup baik, kecuali beberapa pulau di sekitarnya. Penduduk pun belum bisa menikmati komunikasi yang baik.

"Listrik di Pulau Marore juga sudah baik, siang menggunakan solar system yang di-backup dengan diesel PLN," kata Ongen biasa disapa.

Namun sayangnya warga di Pulau tersebut lebih senang menjual hasil tangkapan ikan dan hasil bumi ke Filipina. "Karena akses yang lebih dekat dan harganya yang tinggi. Hal Ini perlu mendapat perhatian serius dari pemerintah," ujarnya.

Untuk kedua film sendiri, Ongen mengatakan akan di-launching di Jakarta pada September 2012. Tidak hanya Pulau Marore, IMI juga akan mengunjungi 91 pulau lainnya. "Pembuatan film ini atas kerjasama IMI dengan Ditjen KP3K-KKP dan TNI AL," tandasnya. (*)

Editor: Ruslan Burhani

COPYRIGHT © ANTARA 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga