Banten (ANTARA News) - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan pemerintah mendukung dunia usaha dalam melakukan kerjasama dan negosiasi bisnis, namun hendaknya negoisiasi tersebut didasari juga pada komitmen untuk memberikan keuntungan bagi bangsa.

"Pesan saya kepada dunia usaha lakukanlah juga negosiasi kerja sama yang benar-benar menguntungkan negaranya (Indonesia-red)," kata Presiden usai rapat koordinasi bidang perhubungan dan pekerjaan umum di Kantor Pusat PT Angkasa Pura II, Banten, Kamis.

Mengenai berita kerjasama antara Batavia Air dan Air Asia beberapa waktu lalu, Presiden mengatakan sepanjang tidak melanggar aturan yang ada kerjasama tersebut merupakan bagian dari pengembangan usaha kedua perusahaan tersebut.

"Perihal berita tentang akuisisi Batavia oleh Air Asia yang saya tahu ada proses. Sebetulnya sesuai Undang-Undang yang berlaku, Undang-Undang Nomor 1 tahun 2009 kalau tidak salah kalau ada kerja sama itu tentunya pemilikan saham. Lebih besar untuk domestik. Saya cek sepertinya belum sampai di menteri perhubungan, belum sampai di situ. Tenti menteri perhubungan akan menyesuaikan dengan ketentuan perundang-undangan dan manfaat riil apa yang bisa didaptkan oleh rakyat kita," kata Presiden.

Sebelumnya, pengumuman di penghujung Juli mengejutkan dunia penerbangan di Tanah Air, karena maskapai penerbangan milik Malaysia, AirAsia, berniat mengakuisisi maskapai penerbangan nasional, Batavia Air, dengan nilai pembelian 80 juta dolar AS.

Proses untuk mengakuisisi Batavia Air itu dilakukan oleh AirAsia melalui AirAsia Berhad (perusahaan asal Malaysia) dan PT Fersindo Nusaperkasa (pemegang saham mayoritas PT Indonesia AirAsia).

"Setelah berbulan-bulan bernegosiasi, kami akhirnya dapat mencapai kesepakatan untuk menjalin hubungan antara AirAsia dan Batavia Air," kata CEO AirAsia Berhad, Tony Fernandes, dalam acara jumpa pers di Jakarta, Kamis (26/7).

Menurut Tony Fernandes, Batavia Air mengisi kepingan "puzzle" secara sempurna dalam rencana bisnis perusahaan yang dimilikinya antara lain karena Batavia Air memiliki pasar domestik yang kuat.

Dengan melakukan "pernikahan yang sempurna ini, ujar dia, AirAsia menargetkan akan menguasai lebih banyak lagi pangsa pasar penerbangan di Indonesia yang memiliki banyak potensi turisme.

Ia juga menuturkan, dengan jalinan kerja sama tersebut juga diharapkan akan dapat menarik semakin banyak wisatawan yang akan berkunjung ke Indonesia dan membuat semakin banyak warga yang dapat terbang.

Tony Fernandes mengemukakan, saat ini AirAsia Indonesia menguasai sekitar tiga persen pangsa penumpang rute domestik dan 41 persen pangsa pasar internasional.

Sementara itu Presiden Direktur Fersindo, Dharmadi, memaparkan bahwa AirAsia Berhad akan memiliki saham di Batavia sebesar 49 persen dan Fersindo sendiri menjadi pemegang saham mayoritas sebesar 51 persen.

Dharmadi yang juga menjabat sebagai Presiden Direktur AirAsia Indonesia mengemukakan, akuisisi 100 persen saham Batavia akan dilakukan dalam dua tahap, yaitu pertama melalui akuisisi saham mayoritas 76,95 persen.

Selanjutnya, akuisisi saham sebesar 23,05 persen diharapkan akan selesai pada kuartal kedua 2013, berdasarkan persetujuan regulator di Indonesia.

Setelah akuisisi dilakukan, Indonesia AirAsia akan melayani lebih dari 8 juta penumpang di 42 kota di Indonesia dan 12 destinasi internasional.

Selain itu, pembelian saham Batavia Air juga secara otomatis akan menambah jumlah armada Indonesia AirAsia.
(P008/H-KWR)