Minggu, 31 Agustus 2014

Oknum supir jasa pemulangan peras TKI

Kamis, 2 Agustus 2012 21:41 WIB | 1.512 Views
Cianjur (ANTARA News)- Pemerasan terhadap Tenaga Kerja Wanita (TKW) asal Cianjur, Jabar, kembali dilakukan oknum sopir armada pemulangan TKI dari BNP2TKI.

Sri Lidwina binti Cece Setia (36), TKW asal Kelurahan Muka, Cianjur, Kamis, mengaku harus membayar sejumlah uang pada oknum sopir tersebut, jika ingin diturunkan lebih dahulu.

"Kalau menolak membayar, saya diancam akan diturunkan paling terakhir setelah seluruh TKW dengan tujuan Cianjur selatan diturunkan. Karena tidak mau bersitegang dan harus ikut ke selatan yang jaraknya ratusan kilometer, saya terpaksa membayar," katanya.

Dia menuturkan, tindak pemerasan itu, sebenarnya telah terjadi saat dia pertama kali naik kendaraan tersebut. Awalnya dia memberi uang sebesar Rp100 ribu, namun ditolak oknum sopir tersebut.

"Ketika itu, supir menolak uang seratus ribu karena dia meminta saya harus membayar Rp350 ribu sampai ke rumah yang hanya berjarak 10 kilometer dari retoran tempat kami. Karena sempat menolak kepulangan saya sempat diundur supir itu," ucapnya.

Sementara itu, Ketua DPP Asosiasi Tenaga Kerja Indonesia Raya (Astakira), Safilin Sofyan menilai, tindak pemerasan di atas kendaraan atau armada pemulangan TKI saat memulangkan buruh migran itu bukan hal baru.

Namun ironisnya, ungkap dia, meskipun kerap terjadi, pihak terkait terkesan tutup mata, bahkan terkesan melakukan pembiaran.

"Banyak aduan dari para TKI ke pihak terkait perihal pemerasan yang dilakukan oknum supir jasa pemulangan itu. Namun masih maraknya pratek pemerasan menandakan, belum ada yang diberi tindakan tegas ," sesalnya.

Sehingga pihaknya mendesak, BNP2TKI selaku pihak yang paling berkompeten untuk menanggapi serius kasus tersebut. Pasalnya tandas dia, kasihan para TKI yang mengunakan jasa pemulangan menjadi sapi perahan.

(KR-FKR/Y003)

Editor: Tasrief Tarmizi

COPYRIGHT © 2012

Komentar Pembaca