Kamis, 2 Oktober 2014

Wasit tinju Olimpiade dikritik

Jumat, 3 Agustus 2012 00:45 WIB | 1.685 Views
Di sini ada kongkalikong."
London (ANTARA News) - Wasit Olimpiade tinju menuai kritikan pada Rabu karena seorang petinju menuduh mereka melakukan "a fix", bahkan petinju terkemuka Lennox Lewis turut mempertanyakan hasil penjuriannya.

Petinju kelas berat Iran Ali Mazaheri memprotes kecurangan saat unggul dua angka menuju ronde kedua melawan petinju Cuba, Jose Larduet Gomez. Atlet Iran itu didiskualifikasi setelah tiga kali diperingatkan, seperti dilaporkan Reuters.

"Itu adalah "fix". Saya bisa dapat medali perak dengan mudah kalau bukan karena itu," kata Mazaheri yang keluar dari ring sebelum hasil resmi diumumkan.

"Di pertandingan sebelumnya saya bermain baik. Di sini ada kongkalikong."

Asosiasi Tinju Amatir Internasional (AIBA) merespon dugaan Mazaheri, "Petinju Iran menerima tiga peringatan selama pertandingan.

Menurut peraturan 12.2.1 di Aturan Kompetisi & Teknis AIBA, 'hanya tiga peringatan diberikan untuk satu petinju di satu kontes. Peringatan ketiga otomatis berujung diskualifiasi,"

Dua pertandingan sebelumnya, petinju asal Jepang Satoshi Shimizu mengekor tujuh poin menuju ronde terakhir melawan Magomed Abdulhamidov, menjatuhkan petinju Azerbaijan itu lima kali.
 
Namun, Abdulhamidov yang harus memegang tali untuk menyangga tubuhnya dinyatakan sebagai pemenang.
Petarung 25 tahun itu dibawa keluar dari ring dibantu pelatihnya, tim Shimizu pun mengajukan banding atas hasil pertandingan.

Ketua tim Shimizu, Masamori Yamane, menuduh wasit mencoba membantu menahan Abdulhamidov dengan mencoba membetulkan pelindung kepalanya.

"Saya terkejut dengan hasilnya. Dia jatuh berulang kali. Kenapa saya tidak menang? Saya tidak mengerti," kata Shimizu.

"Ini adalah Olimpiade kedua yang saya datangi, bahkan saat di Beijing saya juga tidak puas dengan hasil wasit jadi saya tidak tahu harus melakukan apa. Saya benar-benar kecewa,"

Sementara itu, mantan juara dunia kelas berat Lewis mengemukakan dirinya punya kekhawatiran soal penjurian.

"Yang saya khawatirkan sepertinya cara penjurian. Anda tidak pernah tahu siapa yang akan menang sampai akhir pertandingan," kata Lewis.

(nan)

Penerjemah: Nanien Yuniar

COPYRIGHT © 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga