Jakarta (ANTARA News) - Menteri Komunikasi dan Informatika Tifatul Sembiring menganjurkan stasiun-stasiun televisi yang tidak memenangi penyelenggara multipleksing di lima zona agar menyewa frekuensi pada pemilik multiplekser sehingga tetap bisa siaran.

"Sewa saja, `kan tidak mungkin semua stasiun TV membuat multiplekser sendiri karena terbatas hanya lima di satu zona," kata Tifatul di Jakarta, Kamis malam.

Multiplekser merupakan suatu sirkuit elektronik yang berfungsi menggabung beberapa sinyal input yang kemudian sinyal input tersebut diseleksi keluarannya oleh suatu pengendali.

Tifatul mencontohkan bila satu stasiun TV tidak memenangkan multiplekser di zona IV, stasiun TV tersebut bisa tetap bersiaran pada slot di zona IV tersebut dengan syarat memiliki Izin Penyelenggaraan Penyiaran (IPP).

"Misal di zona IV itu dia tidak menang multiplekser, bukan berarti dia tidak bisa masuk di slot itu, syarat masuk di slot itu dia punya IPP," katanya.

Menurut dia, keberadaan TV digital bukan dimaksudkan untuk menghalangi siaran stasiun TV, melainkan memperbanyak peluang munculnya stasiun-stasiun TV baru.

Sementara zona yang sudah diseleksi tim Lembaga Penyiaran Penyelenggara Penyiaran Multipleksing (LPPPM) Kementerian Kominfo yakni zona layanan IV (DKI Jakarta dan Banten), V (Jawa Barat), VI (Jawa Tengah dan Yogyakarta), VII (Jawa Timur) dan XV (Kepulauan Riau).

Penyelenggara multiplekser di zona IV: PT Banten Sinar Dunia Televisi (BSTV), PT Lativi Media Karya (TVOne), PT Media Televisi Indonesia (Metro TV), PT Surya Citra Televisi (SCTV), PT Televisi Transformasi Indonesia (Trans TV).

Penyelenggara multiplekser di zona V: PT Cakrawala Andalas Televisi Bandung dan Bengkulu (ANTV Bandung), PT Indosiar Bandung Televisi (Indosiar Bandung), PT Media Televisi Bandung (Metro TV Jabar), PT RCTI Satu (RCTI Network), PT Trans TV Yogyakarta Bandung (Trans TV Bandung).

Penyelenggara multiplekser di zona VI: PT GTV (Global TV), PT Indosiar Televisi Semarang (Indosiar Semarang), PT Lativi Mediakarya Semarang - Padang (TVOne Semarang), PT Media Televisi Semarang (Metro TV Semarang), PT Trans TV Semarang Makassar (Trans TV Semarang).

Penyelenggara multiplekser di zona VII: PT Cakrawala Andalas Televisi (ANTV), PT Global Informasi Bermutu (Global TV), PT Media Televisi Indonesia (Metro TV), PT Surya Citra Televisi (SCTV), PT Televisi Transformasi Indonesia (Trans TV).

Penyelenggara multiplekser di zona XV PT RCTI Sepuluh (RCTI Network), PT Surya Citra Pesona Media (SCTV Batam), PT Trans TV Batam Kendari (Trans TV Batam). (SDP-46/A039)