Kamis, 23 Oktober 2014

Wall Street melemah setelah ECB pertahankan kebijakan

| 1.984 Views
id pasar saham, wall street, nasdaq, bank sentral eropa
Wall Street melemah setelah ECB pertahankan kebijakan
Wall Street (REUTERS/Lucas Jackson)
Bank Sentral Eropa berbicara sulit tetapi tidak memberikan tindakan segera untuk mencoba memecahkan krisis utang negara zona euro dan ekonomi."
New York (ANTARA News) - Wall Street melemah untuk keempat hari berturut-turut pada Kamis (Jumat pagi WIB), karena Bank Sentral Eropa tidak mengambil tindakan apapun untuk mengatasi krisis utang zona euro.

Tetapi, Bank Sentral Eropa (ECB) menyatakan, kemungkinan pihaknya akan melakukan intervensi di pasar untuk menurunkan biaya pinjaman, lapor AFP.

Baik ECB maupun bank sentral Inggris (Bank of England/BoE) mempertahankan kebijakan moneternya saat ini pada pertemuan mereka Kamis, sehari setelah Federal Reserve AS juga mempertahankan status quo, mengecewakan investor yang berharap stimulus ekonomi baru.

Indeks-indeks utama mengawali hari dengan penurunan tajam pada pembukaan dan menunjukkan beberapa tanda-tanda pemulihan sebagaimana hari berlangsung.

Indeks Dow Jones Industrial Average turun 92,18 poin (0,71 persen) menjadi 12.878,88 poin pada penutupan.

Indeks komposit teknologi Nasdaq datang hampir membuat keuntungan, mencapai titik impas (break-even) di pagi hari, sebelum melanjutkan penurunannya.

Nasdaq kehilangan 10,44 poin (0,36 persen) menjadi ditutup pada 2.909,77.

Indeks saham S&P 500, ukuran lebih luas dari pasar, turun 10,14 poin (0,74 persen) menjadi 1.365,00.

Presiden ECB Mario Draghi, dalam konferensi pers pasca pertemuan mengatakan, bank sentral "mungkin melakukan operasi pasar langsung terbuka dengan ukuran yang memadai untuk mencapai tujuannya."

"Bank Sentral Eropa berbicara sulit tetapi tidak memberikan tindakan segera untuk mencoba memecahkan krisis utang negara zona euro dan ekonomi," kata analis Charles Schwab & Co.

Klaim baru asuransi pengangguran AS naik 8.000 pekan lalu, Departemen Tenaga Kerja melaporkan, sesuai dengan perkiraan Wall Street.

Pasar sedang menunggu angka resmi tingkat pengangguran dan pekerjaan Juli pada Jumat, setelah tiga bulan berturut-turut pertumbuhan lapangan pekerjaan lemah.

Amerika Serikat diperkirakan telah menambahkan 100.000 pekerjaan -- hanya 20.000 lebih besar daripada Juni -- karena tingkat pengangguran tetap terjebak di 8,2 persen.

Musim laporan laba emiten terus dalam sorotan.

General Motors, yang mencatat penurunan penjualan mobil Juli di AS, pada Rabu melaporkan labanya lebih baik dari perkiraan pada kuartal kedua tetapi pendapatannya tal sesuai perkiraan. Saham GM turun 2,6 persen.

Saham Knight Capital Group jatuh 62,8 persen, setelah perusahaan perdagangan itu memperkirakan kerugian 440 juta dolar AS karena perdagangan yang keliru, Rabu, yang menyalahkan pada kesalahan perangkat lunak.

Alcoa memimpin penurunan Dow, jatuh hampir tiga persen.

Harga obligasi melonjak lebih tinggi. Imbal hasil Treasury 10-tahun AS turun menjadi 1,48 persen dari 1,54 persen pada Rabu, sementara pada obligasi negara 30-tahun jatuh menjadi 2,55 persen

dari 2,61 persen. Imbal hasil obligasi bergerak terbalik terhadap harga. (A026)

Editor: B Kunto Wibisono

COPYRIGHT © ANTARA 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga