Rabu, 30 Juli 2014

Presiden Majelis Umum PBB sesalkan pengunduran diri Annan

Jumat, 3 Agustus 2012 08:50 WIB | 2.610 Views
Presiden Majelis Umum PBB sesalkan pengunduran diri Annan
Kofi Annan mengundurkan diri sebagai utusan khusus gabungan PBB-Liga Arab untuk Suriah. (FOTO ANTARA/REUTERS/Denis Balibouse)
PBB, New York (ANTARA News) - Presiden Majelis Umum PBB Nassir Abdulaziz An-Nasser, Kamis, menyampaikan penyesalan atas pengunduran diri utusan khusus gabungan PBB-Liga Arab untuk Suriah, Kofi Annan.

Di dalam pernyataan yang disiarkan di Markas PBB oleh juru bicaranya, An-Nasser memuji upaya tak kenal lelah Annan selama lima bulan belakangan guna melaksanakan mandat Sidang Majelis Umum PBB.

An-Nasser mengatakan ia mengerti betapa berat tugas Annan, demikian laporan Xinhua.

"Pengalaman, kebijakan, dan kredibilitas Annan yang sudah diketahui di seluruh dunia adalah aset yang sangat berharga dalam misi sulit ini," ia menambahkan.

Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon pada Kamis mengumumkan pengunduran diri Annan --yang secara bersama diangkat oleh PBB dan Liga Arab sebagai penengah untuk mencari penyelesaian damai bagi krisis berkepanjangan di Suriah.

Di dalam satu taklimat di Jenewa, Swiss, Annan mengatakan tanpa tekanan internasional yang terpadu, tak mungkin bagi dia dan siapa pun juga untuk bisa memaksa pemerintah Suriah dan oposisi Suriah melakukan tindakan yang diperlukan guna memulai proses politik.

An-Nasser sekali lagi menyeru masyarakat internasional untuk sepenuhnya bersatu dan mengakhiri kerusuhan di Suriah serta menemukan penyelesaian damai bagi krisis tersebut.

Pada hari yang sama, Kementerian Luar Negeri Suriah menuduh tetangganya, Turki, memainkan peran utama dalam mendukung aksi teror di negeri tersebut. Damaskus juga menambahkan Amerika Serikat serta Prancis secara terang-terangan mengumumkan dukungan mereka bagi kelompok oposisi bersenjata.

Di dalam surat kepada PBB yang disiarkan oleh media pemerintah, kementerian itu menyatakan pemerintah Turki memberi dukungan kepada gerilyawan bersenjata di Suriah dengan membuka perbatasannya dan bandar udara untuk para pelaku teror Al Qaida serta kelompok lain untuk bergabung berperang di Suriah.

Kementerian Luar Negeri Suriah juga mengecam Amerika Serikat dan Prancis, dan menyatakan kedua negara itu telah mengumumkan untuk membiayai langsung kelompok bersenjata di Suriah dan melengkapi mereka dengan peralatan komunikasi. Itu berarti gerilyawan bisa melanjutkan aksi kriminal mereka.

(C003)

Editor: Heppy Ratna

COPYRIGHT © 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga