Senin, 22 September 2014

Dua jalur lintas sumatra rawan kriminalitas

Jumat, 3 Agustus 2012 11:11 WIB | 4.132 Views
Bengkulu,  (ANTARANews) - Dua jalur lintas Sumatra yang menghubungkan Bengkulu dengan Sumatra Selatan merupakan daerah rawan kriminalitas sehingga pemudik diminta untuk selalu- waspada.

"Memang pos penjagaan akan disiagakan di dua jalur ini, tapi kami juga mengimbau pemudik agar lebih waspada," kata Kabid Humas Polda Bengkulu AKBP Hery Wiyanto di Bengkulu, Jumat.

Ia mengatakan dua jalur tersebut yakni menghubungkan Curup, Bengkulu dengan Lubuklinggau, Sumatra Selatan serta jalur Manna, Bengkulu dengan Pagar Alam, Sumatra Selatan.

Untuk jalur perbatasan Manna-Tanjung Sakti, selain rawan kriminalitas juga rawan longsor.

"Informasi yang kami peroleh, alat berat juga akan disiagakan di jalur ini untuk mengantisipasi longsor," tambahnya.

Menurutnya, jalur Curup - Lubuk Linggau, tepatnya di Kecamatan Binduriang Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu patut diwaspadai, terutama setelah konflik lahan dan perampokan yang terjadi beberapa waktu lalu.

Saat ini jalur tersebut masih dijaga ketat oleh petugas kepolisian baik dari Polda Bengkulu maupun Polsek setempat.

Selama arus mudik dan balik, kepolisian sudah siagakan delapan pos penjagaan, sebelumnya hanya dua pos yang didirikan sejak terjadinya kerusuhan tersebut.

Penambahan pos penjagaan ini guna antispasi  meningkatnya aksi kriminalitas di jalur itu menjelang Lebaran sebab arus kendaraan akan meningkat.

Penambahan personel untuk menjaga masing-masing pos juga dilakukan oleh kepolisian.

"Untuk jalur Manna -Tanjung Sakti, kami juga mendirikan satu pos keamanan dan penambahan personil," katanya.

Selain mewaspadai kriminalitas, kepolisian juga mengantisipasi meningkatnya arus mudik lebaran dan kemacetan, juga pasar tumpah seperti di Pasar panorama dan Pagar Dewa.

Lokasi pasar tumpah tersebut juga diawasi karena rawan aksi kriminalitas seperti penjambretan.

"Semua titik kami waspadai, termasuk pusat-pusat perbelanjaan dan objek wisata," katanya

(ANT)

Editor: Adi Lazuardi

COPYRIGHT © 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga