Minggu, 21 September 2014

Paus terdampar akan diawetkan

Jumat, 3 Agustus 2012 12:47 WIB | 3.340 Views
Paus terdampar akan diawetkan
Hiu paus (Rhincodon typus) yang terdampar dan mati di Pantai Baru, Yogyakarta, akhirnya bisa dipindahkan ke darat. Banyak pihak terlibat dalam upaya itu, di antaranya personel dari Grup 2 Kopassus TNI AD. Mamalia laut seukuran bis besar itu akan diawetkan dan dipajang masyarakat setempat sebagai penambah daya tarik wisata setempat. (Grup 2 Kopassus TNI AD)
Jakarta (ANTARA News) - Hiu paus (Rhincodon typus) seukuran 12 meter yang terdampar di Pantai Baru, Pandansimo, Bantul, Yogyakarta, akhirnya mati setelah bisa dihela ke darat oleh masyarakat setempat, pihak-pihak terkait, dan personel Grup 2 Kopassus TNI AD.

Karena hiu paus itu bukan fauna laut langka, maka pihak KSDA Yogyakarta membolehkan masyarakat mengekspoitasi bangkainya. "Sedang dibedah dan dikeluarkan isi perutnya, rencananya akan diawetkan untuk dijadikan obyek wisata kami," kata Jumali, tokoh masyarakat di pantai selatan Jawa itu.

Pengawetan hiu paus itu dilakukan beberapa orang, yang menurut Jumali, adalah ahli tentang pengawetan binatang. Selasa pagi, puluhan liter formalin disiapkan dan disuntikkan ke dalam jaringan-jaringan tubuh hiu paus, yang diperkirakan belum berusia dewasa itu.

"Kalau sudah selesai diawetkan, kami akan menyimpannya di dalam satu bangunan khusus. Kami tidak mau memotong-motong hiu paus ini melainkan memanfaatkannya untuk kesejahteraan masyarakat dari sisi pariwisata," katanya.

Proses evakuasi bangkai hiu paus itu sendiri terbilang sulit walau kedalaman air laut dangkal. "Semula warga mencoba menarik memakai tambang, namun terlalu berat. Karena itu kami mengupayakan dengan ekskavator dan akhirnya bisa dilakukan pada pukul 04.00 WIB tadi,"
kata ketua tim evakuasi hiu paus itu dari Grup 2 Kopassus TNI AD, Kapten Infantri Muhammad Aziz.

34 personel dari Grup 2 Kopassus TNI AD diturunkan untuk membantu mengevakuasi bangkai hiu paus yang panjangnya sekira bis antar kota antar provinsi dengan taksiran bobot 20 ton itu.

Hiu paus yang terdampar di Bantul dua hari lalu itu menyusul peristiwa sama di perairan Pantai Karawang, Jawa Barat, beberapa hari sebelumnya. 

Saat itu, satu paus sperma (Physeter macrocephalus) terdampar di perairan dangkal dan bisa didorong ke laut walau sehari kemudian ditemukan mati dan mengambang. Bangkainya diupayakan ditenggelamkan memakai sejumlah besar pemberat.

Beberapa perkiraan ilmiah diutarakan terkait fenomena itu. Di antaranya diungkap Elly Simangunsong dari Animal Friend of Yogyakarta, "Mungkin karena laut tercemar sehingga mengganggu sistem navigasi paus. Mereka sebetulnya punya rute migrasi yang tetap." (*)

Editor: Ade Marboen

COPYRIGHT © 2012

Komentar Pembaca
Terpopuler
Baca Juga