Kamis, 18 Desember 2014

Jamsostek minta perusahaan jujur laporkan upah pegawai

| 3.544 Views
id jamsostek, santunan jamsostek, iuran jamsostek, Kepala Cabang Jamsostek Gatot Subroto I Jakarta, M.Achyad Munas
Jamsostek minta perusahaan jujur laporkan upah pegawai
PT Jamsostek (ANTARANEWS/istimewa)
Contohnya pada kasus kecelakaan pesawat Sukhoi Superjet 100 (di Gunung Salak) beberapa waktu lalu, terdapat dua pegawai dari perusahaan yang sama menjadi korban,"
Jakarta (ANTARA News) - PT (Persero) Jamsostek mendesak perusahan-perusahaan untuk melaporkan jumlah karyawannya yang menjadi peserta asuransi BUMN tersebut secara jujur, terutama besaran upah mereka.

Kepala Cabang Jamsostek Gatot Subroto I Jakarta M.Achyad Munas mengatakan di Jakarta, Jumat, pelaporan secara jujur tentang besaran upah karyawan itu justru baik bagi masa depan pengawai perusahaan tersebut.

Berbicara pada acara "Sosialisasi Hak dan Kewajiban Peserta Jamsostek" yang diselenggarakan Serikat Pekerja Perum ANTARA itu, ia mengatakan masih banyak perusahaan yang belum menaati kewajiban berlaku jujur yang sudah digariskan UU itu.

"Contohnya pada kasus kecelakaan pesawat Sukhoi Superjet 100 (di Gunung Salak) beberapa waktu lalu, terdapat dua pegawai dari perusahaan yang sama menjadi korban."

"Salah satu korban menerima santunan kematian sebesar Rp160 juta sementara korban lainnya menerima Rp1,6 miliar," kata Achyad.

Perbedaan signifikan jumlah santunan kematian yang diterima masing-masing ahli waris dari Jamsostek itu karena besaran upah salah satu dari mereka tidak dilaporkan secara lengkap dan benar, katanya.


Gaji pokok

Menurut Achyad, banyak peserta Jamsostek yang masih belum paham mengenai pengertian upah yang terdiri dari gaji pokok dan tunjangan.

Dalam bagian lain penjelasannya dalam dialog yang dipandu Penasihat SP ANTARA Wawan Indrawan ini, ia menyinggung tentang berbagai program yang ada di Jamsostek.

Ia mengatakan PT Jamsostek terus mensosialisasikan berbagai programnya yang dapat diikuti para pegawai perusahaan, seperti program Jaminan Kecelakaan Kerja, Jaminan Hari Tua, Jaminan Kematian dan Jaminan Pemeliharaan Kesehatan.

Selain itu Achyad juga menjelaskan tentang program "Tanggungjawab Sosial Perusahaan" (CRS) PT Jamsostek yang menjadi bagian dari upayanya meningkatkan kesejahteraan para pekerja.

Di antara program-program CSR Jamsostek itu adalah pemberian beasiswa bagi anak pekerja peserta yang duduk di bangku SD hingga perguruan tinggi, serta pengadaan pinjaman uang muka perumahan.

Bagi perusahaan yang melaporkan besaran upah karyawannya antara Rp1.290.000 dan Rp4.022.000, ia mengatakan nilai pinjaman uang muka perumahaan bagi karyawan perusahaan tersebut hanya Rp20 juta.

Achyad mengatakan masih banyak perusahaan yang belum mendaftarkan pegawainya untuk menjadi peserta Jamsostek padahal kepesertaan itu merupakan hak para pegawai untuk meningkatkan kesejahteraan mereka.

"Perusahaan harus menjamin kesejahteraan pegawainya karena hal ini sudah diatur dalam Undang-Undang nomor 3 tahun 1992. Perusahaan harus memenuhi kewajibannya," katanya.

Acara yang dihadiri sekitar 80 orang karyawan ANTARA dan aktivis serikat pekerja mitra SP ANTARA itu juga menghadirkan Senior Vice President PT Asuransi Jiwa Inhealth Indonesia Dr Endah Sri Wahyuni.

Pada acara yang dibuka Dirut Perum LKBN ANTARA Ahmad Mukhlis Yusuf itu, Endah menjelaskan tentang keunggulan asuransi kesehatan untuk melindungi karyawan dan keluarganya.
(A011/R013) 

Editor: Ruslan Burhani

COPYRIGHT © ANTARA 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga