Jumat, 19 Desember 2014

Richard: Tontowi tegang sejak perempat final

| 8.164 Views
id bulutangkis indonesia, pelatih richard mainaky, tontowi ahmad, olimpiade london 2012
Richard: Tontowi tegang sejak perempat final
Pebulutangkis Indonesia Tontowi Ahmad dan Liliyana Natsir (kiri) bertanding melawan pebulutangkis Jerman Birgit Michels dan Michael Fuchs di perempat final ganda putra Olimpiade London 2012 di Wembley Arena, Rabu (1/8). Tontowi-Liliana dikalahkan pasangan Denmark Joachim Fischer Nielsen-Christinna Pedersen 12-21, 12-21 pada semi final. (ANTARA/REUTERS/Bazuki Muhammad)
Tekanannya terlalu besar bagi dia dan dia tidak bisa keluar dari tekanan
London (ANTARA News) - Pelatih ganda campuran Pelatnas Richard Mainaky mengatakan, pemain asuhannya Tontowi Ahmad sudah tampak tegang sejak memasuki babak perempat final.

"Ketika babak penyisihan penampilannya bagus, semua permainannya keluar karena kalah pun masih punya kesempatan bertanding, tetapi begitu memasuki perempat final baru berubah," ujar Richard yang ditemui di sekitar Wembley Arena, London, Jumat siang (Jumat malam WIB).

Menurut Richard, bahkan Tontowi sendiri mengaku perasaannya berubah ketika pertandingan memasuki perempat final dan permainannya mulai kacau.

"Tekanannya terlalu besar bagi dia dan dia tidak bisa keluar dari tekanan," tambah Richard.

Bahkan dalam pertandingan semifinal saat Tontowi-Liliana dikalahkan pasangan Denmark Joachim Fischer Nielsen-Christinna Pedersen 12-21, 12-21, Richard sempet berkata tegas kepada Tontowi agar pemain asuhannya itu yidak tegang.

"Saya katakan padanya, `kalau nggak berani yang nggak usah main`. Setelah itu permainannya membaik, tetapi kemudian kembali lagi," jelas Richard.

Meski demikian, kakak dari peraih medali emas Olimpiade Atlanta 1996, Rexy Mainaky itu memaklumi jika Tontowi tidak mampu keluar dari tekanan, karena London adalah Olimpiade pertamanya dan mereka sangat diharapkan dapat meraih medali.

"Apalagi situasinya tingal mereka sendirian yang tersisa, seandainya ada yang lain mungkin tidak akan seperti itu," katanya.

Investigasi

Sementara itu, ketua Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Rita Subowo membenarkan bahwa Komite Olimpiade Internasional (IOC) telah melakukan investigasi terkait kasus pengaturan pertandingan yang melibatkan empat ganda putri termasuk pasangan Indonesia Greysia Polii-Meiliana Jauhari.

"Investigasi sudah dilakukan tetapi bertahap termasuk kepada CDM (chef de mission), masing-masing pemain dan pelatih serta federasinya," kata Rita yang juga anggota IOC itu.

Rita juga membenarkan bahwa sejak didiskualifikasi dari Olimpiade, Greysia-Meiliana sudah mengembalikan akreditasinya dan sudah tidak berada di Perkampungan Atlet.

"Yang penting tidak mengganggu karir mereka ke depan," kata Rita yang juga meminta kepada PBSI agar menjaga ke dalam organisasi tersebut agar atlet tersebut tidak patah arang.

Soal kegagalan kontingen Indonesia meraih medali emas pada Olimpiade London, Rita menyampaikan permintaan maafnya karena hasil di London mengecewakan.

"Kita kehilangan tiga medali dari yang sebelumnya diraih," katanya. Di Beijing 2008 Indonesia memperoleh satu emas, satu perak dan tiga perunggu, sedangkan di London Indonesia baru memperoleh satu perak dan satu perunggu.

Indonesia tinggal mengharapkan medali dari dua atlet yang belum bertanding yakni Fernando Lumain dan Triyaningsih yang akan turun pada cabang atletik nomor 100m, Sabtu pukul 10.00 (16.00 WIB) dan maraton, Minggu pukul 11.00 (17.00 WIB).

(F005) 

Editor: Suryanto

COPYRIGHT © ANTARA 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga