Jumat, 22 Agustus 2014

Bom bunuh diri cederai sembilan orang di Kenya

Sabtu, 4 Agustus 2012 02:18 WIB | 2.201 Views
Nairobi (ANTARA News) - Seorang penyerang bom bunuh diri tewas dan sembilan orang cedera ketika ia meledakkan sebuah granat di pangkalan udara militer di Nairobi, Jumat, kata polisi, dalam serangan terakhir semacam itu sejak Kenya mengirim pasukan ke Somalia untuk memerangi kelompok militan.

Serangan itu terjadi di daerah yang dihuni banyak orang Somalia, dan polisi mengatakan bahwa penyerang bermaksud meledakkan sekelompok prajurit di dekat garis luar pangkalan itu, lapor Reuters.

Seluruh korban cedera, kecuali satu orang, adalah warga sipil, kata polisi.

"Orang itu penyerang bunuh diri, ia meledakkan apa yang kami yakini sebagai sebuah granat dan kami menduga ia menyerang garis luar pangkalan itu," kata Nicholas Kamwende, kepala bagian penyelidikan kriminal di Nairobi, kepada Reuters.

Serangan itu dilakukan menjelang kunjungan Sabtu ke Kenya oleh Menteri Luar Negeri AS Hillary Clinton, yang lawatannya ke Afrika antara lain untuk memperkuat hubungan keamanan dalam menghadapi ancaman-ancaman dari kelompok militan.

Setelah mengunjungi Uganda, Hillary akan bertemu dengan Presiden Kenya Mwai Kibaki di Nairobi pada Sabtu dan kemudian dengan Presiden Somalia Sheikh Sharif Ahmed.

Pada awal Juli Kenya dilanda serangan terburuk ketika sedikitnya 17 orang tewas dalam ledakan granat dan penembakan yang dilakukan oleh kelompok orang bertopeng terhadap gereja-gereja di sebuah kota Kenya yang digunakan sebagai pangkalan operasi untuk menyerang gerilyawan Al-Shabaab di Somalia.

Serangan-serangan serentak itu juga mencederai sedikitnya 60 orang di Garissa di wilayah utara Kenya yang diguncang serangkaian ledakan sejak Nairobi mengirim pasukan ke Somalia pada Oktober lalu untuk menumpas gerilyawan yang terkait dengan Al Qaida itu.

Sedikitnya 32 orang tewas dalam serangkaian serangan di Nairobi, kota pelabuhan Mombasa dan Garissa sejak pengiriman pasukan itu.

Nairobi menuduh kelompok militan yang terkait dengan Al Qaida itu bertanggung jawab atas gelombang kekerasan dan penculikan di negara Afrika timur tersebut.

Pada 15 Mei, serangan granat menewaskan seorang wanita dan mencederai beberapa orang di luar sebuah klab malam di kota pesisir Mombasa, tujuan liburan populer bagi penduduk Kenya dan warga asing.

Minggu (29/4), satu orang tewas dan 15 lain cedera ketika sebuah granat dilemparkan ke gereja di Nairobi, dan pemerintah Kenya menuduh gerilyawan Al Shabaab bertanggung jawab atas serangan itu.

Kelompok gerilya Somalia itu mengancam Kenya sejak negara itu mengirim pasukan ke Somalia selatan pada pertengahan Oktober untuk menyerang pangkalan-pangkalan gerilyawan tersebut, yang dituduh melakukan penculikan dan penyerangan di Kenya.

Al-Shabaab membantah tuduhan Kenya bahwa mereka mendalangi sejumlah penculikan warga asing di negara tersebut.

Al-Shabaab balik menuduh pemerintah Kenya menggunakan isu penculikan sebagai alasan untuk melakukan penyerbuan ke Somalia.

Dalam waktu kurang dari sebulan, seorang wanita Inggris dan seorang wanita Prancis diculik dari kawasan wisata pantai Kenya dalam dua insiden terpisah, yang merupakan pukulan besar bagi industri pariwisata di Kenya.

Pada 13 Oktober, dua wanita pekerja bantuan asal Spanyol diculik dari kamp pengungsi Dadaab, Kenya, kamp terbesar di dunia yang menjadi tempat bagi sekitar 460.000 pengungsi yang sebagian besar orang Somalia yang menyelamatkan diri dari kekeringan, kelaparan dan perang.

Penculikan-penculikan itu diyakini dilakukan oleh Al-Shabaab Somalia. Belum ada tuntutan yang diumumkan oleh penculik bagi pembasan para sandera itu.

Al-Shabaab yang bersekutu dengan Al-Qaida mengobarkan perang selama beberapa tahun ini dalam upaya menumbangkan pemerintah sementara Somalia dukungan PBB. (M014)

Editor: B Kunto Wibisono

COPYRIGHT © 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga