Senin, 20 Oktober 2014

Pemkab Mukomuko paksa perusahaan perbaiki pengelolaan limbah

| 2.559 Views
id pemkab mukomuko, limbah pabrik, pengelolaan limbah, pencemaran pabrik
....perusahaan akhirnya memperbaiki pengelolaan limbahnya....
Mukomuko, Bengkulu (ANTARA News) - Pemerintah Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, memaksa tiga perusahaan di daerah itu untuk memperbaiki pengelolaan limbahnya agar tidak mencemari lingkungan di sekitarnya.

"Paksaan dari pemerintah setempat itu merupakan tahapan sanksi bagi pelaku pencemaran lingkungan sesuai undang-undang nomor 32/2009 tentang lingkungan hidup," kata Kepala Kantor Lingkungan Hidup Kabupaten Mukomuko, Risber A. Razak, di Mukomuko, Sabtu.

Ia menyebutkan tiga perusahaan yang mendapat sanksi paksaan dari pemerintah setempat adalag PT Karya Sawitindo Mas (KSM), PT Sapta Sentosa Jaya Abadi (SSJA), dan PT Bumi Mentari Karya (BMK).

Menurut dia, pemerintah mengeluarkan sanksi paksaan karena tiga perusahaan itu tidak mengikuti sanksi teguran lisan agar mereka memperbaiki pengelolaan limbahnya menjadi lebih baik sesuai dengan upaya pengelolaan lingkungan (UKL) dan upaya pemantauan lingkungan.

"Upaya memberikan sanksi teguran lisan telah kami lakukan karena belum juga diikuti maka langkah selanjutnya memberikan sanksi paksaan," ujarnya menambahkan.

Jika saja lanjutnya, perusahaan setelah diberi sanksi paksaan masih tetap tidak memperbaiki pengelolaan limbahnya dengan baik maka alternatif terakhir dari sanksi sesuai aturan pembekuan dan pencabutan izin operasional perusahaan tersebut.

"Belum sampai pada sanksi pembekuan dan pencabutan izin karena perusahaan akhirnya memperbaiki pengelolaan limbahnya serta di antaranya perusahaan itu membiayai jasa konsultan dari luar untuk membangun sistem limbah perusahaan itu dengan baik sehingga tidak mencemari sungai," ujarnya menjelaskan.

Tindakan tegas yang dilakukan oleh pemerintah setempat, menurut dia, akan menjadi contoh bagi perusahaan lain yang membuka usaha pabrik kelapa sawit agar limbahnya dikelola dengan baik termasuk limbah bahan berbahaya dan beracun.

"Pengawasan dan pemantauan terhadap limbah cair pabrik kelapa sawit rutin kami lakukan termasuk yang dibuang ke sungai," ujarnya.

(KR-FTO)

Editor: Aditia Maruli

COPYRIGHT © ANTARA 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga