Bhubaneswar, India (ANTARA News) - Tambang batu bara untuk menghasilkan listrik adalah ancaman terbesar bagi harimau India, demikian laporan oleh pegiat lingkungan hidup Greenpeace.

Pelestarian harimau berhadapan dengan kebutuhan pembangunan dan  pertumbuhan ekonomi di India. Negara itu habitat bagi lebih dari setengah harimau di dunia --1.706 harimau hidup di alam liar, padahal hewan buas tersebut berjumlah 100.000 pada awal abad lalu.

Greenpeace menyatakan tambang batu bara sudah mulai mempengaruhi harimau di banyak daerah seperti Chandrapur di Negara Bagian Maharashtra.

"Namun ada beberapa lokasi lain dengan  masalah yang sudah, atau akan segera, sama parahnya," kata Juru Kampanye Greenpeace Ashsh Fernandes kepada Reuters.

Pemerintah India menghadapi tekanan kuat akan tambahan batu bara guna memenuhi kebutuhan energinya yang sangat besar.

India memiliki simpanan batu bara terbesar kelima di dunia, dan produsen terbesar setelah China dan Amerika Serikat.

Menurut laporan Greenpeace, jika India melanjutkan ketergantungan atas batu bara untuk memenuhi kebutuhannya akan energi, pengrusakan yang sudah terjadi di sektor itu akan berlipat di sebagian besar wilayah India tengah, yang memiliki 80 persen cadangan batu bara di negeri tersebut dan 35 persen harimaunya.

Pada Juni Mahkamah Agung India memerintahkan larangan atas pariwisata di "zona inti" lebih dari 40 suaka alam bagi harimau di negeri itu.

(C003)