London  (ANTARA News) - "Engkau adalah busur-busur tempat anak-anakmu menjadi anak-anak panah hidup diluncurkan."

Mungkin kata-kata bijak itu yang diyakini Auw Jin Chen (55) ketika melepas putri bungsunya Liliyana Natsir merantau sendirian ke Jakarta demi cita-citanya menjadi atlet.

Saat itu, putrinya baru berusia 12 tahun ketika hijrah ke Jakarta untuk mendapatkan pelatihan bulu tangkis yang lebih baik.

Menurutnya membebaskan anak menentukan sendiri jalan hidup sesuai dengan keinginan mereka adalah kewajiban orangtua.

"Sejak awal saya tawarkan, kamu mau jadi apa, kalau mau sekolah tinggal sama mama-papa di Manado, kalau mau jadi atlet, di Jakarta," kata ibunda pebulu tangkis nasional Liliyana Natsir itu.

Karena waktu itu masih sangat muda, 12 tahun, hampir setiap hari peraih medali perak Olimpiade Beijing 2008 itu menangis karena ingin pulang.

"Saya katakan padanya, `ini kan pilihan adek sendiri` untuk menjadi atlet," kata Jin Chen berusaha menghibur putri bungsu yang sebelumnya hampir tidak pernah berpisah dengannya.

"Kemana pun orang tuanya pergi dia ikut, tidur pun dengan saya," katanya.

Saat ini, setelah 15 tahun Liliyana hidup sendiri jauh dari keluarganya, semua pengorbanan itu berbuah manis.

Atlet kelahiran Manado 9 September 1985 tersebut telah meraih prestasi yang diimpikan semua atlet.

Menempati peringkat satu dunia, meraih gelar juara dunia bahkan sampai dua kali (2005 dan 2007), juara All England dan medali di Olimpiade, semua pernah dirasakannya.

Harapan

Lalu apa yang diharapkan perempuan kelahiran 13 Juli 1957 setelah anaknya meraih sukses?

"Sekarang terserah dia, mau berhenti bermain, pensiun dari bulu tangkis juga tidak apa-apa. Saya hanya ingin dia menikmatinya," kata Jin Chen yang diundang ke London untuk menyaksikan putrinya bertanding di Olimpiade keduanya.

"Saya hanya ingin dia `enjoy`. Menikmati pertandingan karena prestasinya sudah cukup membanggakan," katanya.

Namun ia menyebutkan, anak keduanya itu mengatakan, selama masih dibutuhkan, ia masih ingin membela negaranya melalui olahraga.

Soal kehidupan pribadi, Jin Chen dan suaminya Beno Natsir tidak pernah ikut campur. Soal jodoh, ia menyerahkan sepenuhnya kepada Liliyana.

Menurutnya putrinya itu belum berpikir untuk mencari pasangan hidup, apalagi menikah. "Belum kepikiran ke sana," katanya.

"Dia bilang, dia baru akan pacaran kalau sudah pensiun. Takut mengganggu latihan," begitu kata ibu dua putri itu menirukan kata-kata putri bungsunya.

Ketika gagal mempersembahkan medali bagi Merah Putih di London, Liliyana bilang belum memikirkan Olimpiade Rio 2016, target terdekatnya adalah Kejuaraan Dunia tahun depan.

(F005)