Senin, 22 September 2014

Petani Garut banting stir jual bendera

Minggu, 5 Agustus 2012 09:58 WIB | 4.709 Views
Petani Garut banting stir jual bendera
Seorang pedagang bendera menata barang dagangannya di kawasan Jatinegara, Jakarta, Rabu (18/7). Meskipun perayaan HUT ke-67 Indonesia masih satu bulan lagi namun sejumlah pedagang bendera sudah mulai tampak di kawasan Jatinegara dengan harga Rp10.000-Rp200.000, tergantung ukuran. (FOTO ANTARA/Dian Dwi Saputra)
Lampung Barat, Lampung (ANTARA News) - Eli Hidayat, petani dari Kabupaten Garut, Jawa Barat mengaku terbiasa banting stir menjual bendera merah putih setiap Agustus untuk menambah pendapatan sehubungan laba dihasilkan cukup menggiurkan.

"Terhitung lima tahun sudah saya ke daerah ini menjual bendera setiap Agustus," ujar warga Dusun Pasirteureup, Desa Cangkuang, Kecamatan Leles, Garut, Jawa Barat itu, di Liwa, Lampung Barat, Minggu. Liwa sekitar 278 km sebelah utara Kota Bandarlampung, Lampung.

Keuntungan menjual bendera merah putih yang menjanjikan membuat Eli dan sejumlah masyarakat Garut memasarkan industri rumahan dari daerah mereka ke beberapa kabupaten/kota di Lampung.

"Setiap hari ke sawah, karena saya dan adik saya memang petani, namun jika bulan Agustus mencari tambahan berjualan bendera merah putih," ia menjelaskan.

Harga bendera yang dijual Eli bervariasi, dari Rp250.000 sampai dengan Rp5.000.

"Untuk kain layar belakang merah-putih sembilan meter harganya Rp200.000," kata dia. Namun untuk latar belakang kain merah-putih sepanjang 10 meter plus ada sulaman Garuda Pancasila, kata dia lagi, harga satuannya Rp250.000.

Sementara untuk umbul-umbul dengan panjang 2 meter dan lebar 70 sentimeter harga satuannya Rp220.000. Adapun bendera merah putih paling besar yang ia jual atau berukuran 1 meter x 80 centimeter harga satuannya Rp50.000.

(KR-GTA)

Editor: Ade Marboen

COPYRIGHT © 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga