Sabtu, 1 November 2014

Bambang minta Presiden tegas soal simulator SIM

| 2.538 Views
id Bambang Soesatyo, korupsi simulator SIM, korupsi hambalang, korupsi sim simulator, kasus korupsi
Bambang minta Presiden tegas soal simulator SIM
Bambang Soesatyo (ANTARA/Yudhi Mahatma)
Presiden idealnya tidak mengambil posisi di area abu-abu"
Jakarta (ANTARA News) - Anggota Komisi III DPR RI Bambang Soesatyo meminta Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengambil posisi yang jelas dalam  "perebutan" kasus korupsi pengadaan Simulator Surat Izin Mengemudi (SIM). 

 "Dalam kapasitasnya sebagai kepala negara dan kepala pemerintahan, SBY pada akhirnya harus mengambil posisi yang jelas, dan juga sikap yang jelas, tegas untuk menyelesaikan sengketa kewenangan antara Polri dan KPK," kata Bambang di Jakarta, Minggu, merujuk penanganan kasus dugaan korupsi pengadaan simulator ujian SIM kendaraan bermotor di Korlantas Mabes Polri.

"Presiden idealnya tidak mengambil posisi di area abu-abu," sambungnya.

Bambang menilai Presiden akan dipandang menerapkan manajemen konflik jika tidak segera menggunakan wewenangnya dalam menengahi sengketa kewenangan antara KPK dan Polri itu.

Dia mengklaim, sebagian besar masyarakat tidak senang dengan suasana kian carut marut seperti sekarang terjadi dalam kasus itu.

"Jika Polri dan KPK dibiarkan dalam sengketa kewenangan, Presiden bisa dianggap menerapkan manajemen konflik," kata dia. "SBY harus tampil menggunakan semua wewenang yang ada padanya untuk mengakhiri sengketa kewenangan itu." 

Indonesia, sebut dia, tidak dalam kondisi vakum kepemimpinan sehingga emimpin harustampil di tengah rakyatnya dan menegaskan persoalan sengketa kewenangan itu akan diselesaikan sesingkat-singkatnya, serta menjamina kasus dugaan korupsi di Korlantas Mabes Polri itu dituntaskan.

Ia beranggapan, bila Presiden menetapkan salah satu pihak berwenang menuntaskan kasus Simulator SIM itu, maka itu bukanlah intervensi terhadap hukum.


Editor: Jafar M Sidik

COPYRIGHT © ANTARA 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga