Sabtu, 25 Oktober 2014

Korupsi simulator SIM, KPK bisa periksa anggota DPR

| 2.866 Views
id korupsi hambalang, korupsi sim simulator, kasus korupsi,Yahdil Abdi Harahap, korupsi simulator SIM, Irjen Pol Djoko Susilo
Korupsi simulator SIM, KPK bisa periksa anggota DPR
Anggota Komisi III DPR Yahdil Abdi Harahap (FOTO ANTARA)
Saya kira KPK bisa memeriksa siapa saja
Jakarta (ANTARA News) - Anggota Komisi III DPR RI Yahdil Abdi Harahap mengatakan, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bisa memeriksa dan menyelidiki siapa saja yang terlibat dalam kasus korupsi pengadaan Simulator SIM, termasuk anggota DPR RI. 

"Saya kira KPK bisa memeriksa siapa saja terkait kasus yang sedang mereka tangani, selama ada bukti-bukti mengenai keterlibatan orang tersebut," kata Yahdil kepada ANTARA News, Jakarta, Minggu.

Namun dia belum mengetahui adanya anggota DPR RI, khususnya anggota Komisi III, yang ikut "bermain" dalam kasus korupsi tersebut. 

Sementara Ketua Komisi III DPR I Gede Pasek Suardika mengatakan tidak mau berandai-andai bahwa kasus korupsi pengadaan Simulator SIM ini sampai ke DPR RI. 

"Kasus ini sudah masuk ke tahap penyidikan, sudah ada projustisianya. Siapa yang terlibat akan ketahuan sendiri, termasuk ke DPR RI. Biarkan proses hukum berjalan alami," kata Pasek.

Dia menyebut anggaran pengadaan Simulator SIM di Korps Lalu Lintas Mabes Polri, tentu melibatkan semua pihak termasuk Menteri Keuangan, anggota Komisi III DPR RI, Badan Anggaran DPR RI. 

"Tapi belum tentu mereka melakukan kesalahan, belum tentu pihak-pihak itu melakukan mark up dan lain sebagainya. Kalau KPK temukan indikasi keterlibatan, ya silakan dilakukan pemeriksaan," kata Pasek.

KPK sudah menetapkan beberapa petinggi Mabes Polri sebagai tersangka dalam kasus korupsi pengadaan Simulator SIM.

Mereka adalah mantan Kepala Korps Lalu Lintas Mabes Polri, Irjen Pol Djoko Susilo, Wakil Kepala Korlantas Polri Brigadir Jenderal (Pol) Didik Purnomo sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek. 

Dua lainnya adalah pemenang tender, Direktur Utama PT Citra Mandiri Metalindo Abadi (PT CMMA) Budi Susanto dan saksi kunci dalam perkara itu, Direktur Utama PT Inovasi Teknologi Indonesia (PT ITI) Sukotjo S Bambang.

(zul)

Editor: Jafar M Sidik

COPYRIGHT © ANTARA 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga