Minggu, 21 Desember 2014

Tegang soal Laut China Selatan, China panggil AS

| 9.525 Views
id laut china selatan, konflik laut china selatan, klaim china, sengket china-asean, as di laut china selatan
Tegang soal Laut China Selatan, China panggil AS
China menggelar latihan militer selama enam hari di Laut China Selatan beberapa waktu lalu. (DTN News)
Mengapa AS menutup mata..?
Beijing (ANTARA News) - Kementerian Luar Negeri China memanggil seorang diplomat senior AS untuk memprotes pernyataan Deplu AS yang mengutarakan kecemasannya atas ketegangan di Laut China Selatan yang disengketakan banyak negara.

Dalam satu pernyataan yang dikeluarkaan Sabtu malam, Kemlu China mengatakan Asisten Menlu China Zhang Kunsheng memanggil Wakil Kepala Misi Kedubes AS Robert Wang untuk menyampaikan "protes keras" menyangkut masalah itu.

Deplu AS, Jumat, mengatakan pihaknya sedang memantau situasi di laut itu dengan seksama dan menyebut tindakan membantu satu garnisun militer bagi daerah itu bertentangan dengan usaha-usaha diplomatik bersama untuk menyelesaikan perbedaan-perbedaan dan risiko lebih jauh dari meningkatnya ketegagan di wilayah itu.

Laut China Selatan berpotensi membuka  konflik militer setelah Beijing mengklaim berdaulat atas daerah perairan luas sehingga menimbulkan sengketa dengan Vietnam dan Filipina. Ketiga negara berlomba menggarap cadangan minyak yang besar di wilayah ini.

Beijing dan Washington telah bertikai menyangkut sejumlah masalah termasuk nilai mata uang China, Tibet dan Taiwan.

Zhang mengatakan pernyataan AS itu "mengabaikan fakta-fakta, mencampuradukkan yang benar dengan yang salah, mengirimkan satu isyarat keliru yang serius dan tidak membantu usaha-usaha dengan pihak-pihak terkait guna memelihara perdamaian dan stabilitas di Laut China Selatan atau Asia Pasifik".

"China menyampaikan ketidakpuasannya dan penentangan keras, mendesak AS segera memperbaiki kesalahan-kesalahan jalannya, menghormati dengan tulus kedaulatan dan integritas wilayah China dan bekerja lebih banyak bagi stabilitas yang bermanfaat dan kesejahteraan di Asia Pasifik," katanya seperti dikutip Reuters.

Juru bicara kementerian  Qin Gang menegaskan kembali bahwa China memiliki kedaulatan mutlak atas laut itu dan pulau-pulaunya dan memiliki hak untuk membangun satu kota untuk mengurus wilayah itu yang telah ditetapkan bulan lalu.

"Mengapa AS menutup mata dengan fakta-fakta bahwa negara-negara tertentu membuka sejumlah blok minyak dan gas, dan mengeluarkan undang-undang domestik yang ilegal bagi pulau-pulau dan perairan China?" kata Qin.

"Mengapa AS menghindari berunding tentang ancaman-ancaman kapal-kapal militer terhadap para nelayan China oleh negara-negara tertentu dan klaim hak kedaulatan yang tidak dapat dibenarkan atas kepulauan China itu?" tambahnya.

Enam pihak saling mengklaim perairan itu dan menjadi masalah pokok dalam KTT ASEAN bulan lalu yang berakhir dengan gagal mencapai kata sepakat mengenai satu pernyataan akhir untuk pertama kali dalam 45 tahun.

AS menegaskan kenetralannya dalam sengketa maritim yang telah berlangsung lama, kendati menawarkan bantuan militer kepada Filipina.

(H-RN/C003) 

Editor: Jafar M Sidik

COPYRIGHT © ANTARA 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga