Sabtu, 25 Oktober 2014

Daihatsu bantu penangkaran 105 ribu telur penyu

| 3.699 Views
id penyu, penakaran telur penyu, pelestarian hewan langka, daihatsu, csr, Domestic Marketing Division Head PT Astra Daihatsu Motor, Rio Sanggau
Daihatsu bantu penangkaran 105 ribu telur penyu
Ilustrasi. Anak penyu (tukik). (FOTO ANTARA/Irwansyah Putra)
Penangkaran penyu ini merupakan salah satu program penghijauan melalui dana CSR yang dilakukan perusahaan,"
Medan (ANTARA News) - PT Astra Daihatsu Motor ikut berpartisipasi dalam upaya penangkaran 105.000 telur penyu untuk membantu pemerintah melestarikan hewan yang semakin langka itu.

"Penangkaran penyu ini merupakan salah satu program penghijauan melalui dana CSR yang dilakukan perusahaan," kata Domestic Marketing Division Head PT Astra Daihatsu Motor Rio Sanggau di Medan, Minggu.

Pemilihan program penangkaran penyu dilakukan melihat hewan itu semakin langka, padahal jenis binatang tersebut paling banyak di Indonesia.

Marketing Director PT Astra Daihatsu Motor Amelia Tjandra menyebutkan, enam dari tujuh spesies penyu dunia ada di Indonesia. Karena itu, ketika mengetahui hewan itu semakin langka, manajemen merasa terpanggil membantu pemerintah mempertahankan dan bahkan memperbanyak dengan ikut membantu penangkaran penyu itu.

"Pemilihan penangkaran penyu itu juga mengingat hewan tersebut dikenal paling bisa dan mudah beradaptasi dan merupakan binatang yang sudah lama ada. Penyu menjadi inspirasi atau lambang yang ingin dicapai Daihatsu yakni tetap `hidup` sejak dulu hingga selamanya dan bisa menyesesuaikan dengan keinginan konsumen," katanya.

Amelia menjelaskan, dana CSR setiap tahunnya dikucurkan perusahaan sekitar 2,5 hingga 4 persen dari laba perusahaan.

Selain penangkaran penyu yang merupakan program lingkungan, Daihatsu membina usaha kecil dan menengah (UKM), membantu siswa sekolah menengah kejuruan dan posyandu.

"Kalau lingkungan, perekonomian, pendidikan dan kesehatan semakin bagus, tentu Indonesia akan semakin maju, dan Daihatsu peduli itu," katanya.

(E016/R014)

Editor: Tasrief Tarmizi

COPYRIGHT © ANTARA 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga