Kamis, 18 September 2014

Universitas Muhammadiyah Palembang kembangkan RS pendidikan

Minggu, 5 Agustus 2012 17:11 WIB | 5.274 Views
Palembang (ANTARA News) - Universitas Muhammadiyah Palembang mengembangkan rumah sakit pendidikan untuk digunakan secara komersial oleh institusi pencetak perawat hingga dokter, kata Pembantu Rektor I perguruan tinggi itu Erwin Bakti.

"Peletakan batu pertama sudah dilakukan pada tahun ini dan dalam waktu dekat segera dibangun. Rencananya rumah sakit itu terdiri atas lima lantai," ujar Erwin di Palembang, Minggu.

Pembangunan rumah sakit pendidikan itu pada awalnya hanya menopang Fakultas Kedokteran yang berdiri sejak 2008.

Namun, seiring dengan kebutuhan institusi pendidikan maka Universitas Muhammadiyah Palembang (UMP) mulai merambah sektor bisnis penyewaan tempat praktek.

"Rumah Sakit Muhammadiyah yang lokasinya bersebelahan dengan kampus, keberadaannya akan semakin menopang proses belajar dan pengajar," katanya.

Rumah sakit pendidikan itu dapat dimanfaatkan perguruan tinggi lain yang belum memiliki tempat praktik dan magang secara mandiri.

"Di Palembang banyak bermunculan institusi pendidikan keperawatan, dan momentum ini yang kami manfaatkan," ujarnya.

Sebanyak 180 orang menjadi mahasiswa baru FK Universitas Muhammadiyah Palembang pada tahun akademik 2012-2013.

"Pada tahun ini Fakultas Kedokteran meluluskan 59 mahasiswa sejak berdiri 2008. Fokus ke depan adalah meningkatkan kualitas dan akreditasi," ujarnya.

Perguruan tinggi swasta itu membuka jurusan Fakultas Kedokteran mengingat peminat lulusan SMA relatif tinggi.

Sementara itu, di Kota Palembang hanya terdapat pada Universitas Sriwijaya yang memiliki kuota hanya 80 mahasiswa.

"Universitas baru memiliki Fakultas Kedokteran setelah sepuluh tahun mengupayakan perizinan. Meski swasta, kualitas tidak kalah dengan negeri karena memiliki dosen-dosen standar PTN," katanya.

Sektor pendidikan di Sumsel mengalami kemajuan pesat seiring dengan perkembangan Kota Palembang menjadi metropolis.

Setiap tahun bermunculan PTS-PTS baru yang memanfaatkan peluang peningkatan kesadaran masyarakat akan pendidikan tinggi.

Berdasarkan data dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayan pada tahun 2012 terdapat 12 universitas, 44 sekolah tinggi, 6 politeknik, dan 23 Akademi.

(ANT-039/D007)

Editor: Tasrief Tarmizi

COPYRIGHT © 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga