Sabtu, 25 Oktober 2014

Petani jadi korban kemarau di AS

| 3.114 Views
id petani gandum, petani di AS< kemarau di AS,
Jika kami tak memperoleh hujan lagi, kami akan terus menyaksikan benih mengecil dan terus mengering
Washington (ANTARA News) - Dennis Boogards kelihatan sedih dan tak berdaya, ketika ia berdiri di dekat 1.000 acre lahan jagung dan kedelainya, yang dipanggang Matahari; setengahnya kering dan tanamannya nyaris tidak tumbuh, sementara tak ada tanda hujan akan turun.

Setelah Juli tanpa hujan ditambah dengan temperatur setiap hari yang mencapai 95 sampai 105 derajat Fahrenheit, pemilik lahan pertanian keluarga tersebut di Negara Bagian Iowa, Midwest, Amerika Serikat, kini memperkirakan panen jagungnya tak lebih dari 70 sampai 80 gantang per acre, padahal sebelumnya rata-rata diperoleh 180 sampai 220 gantang.

Keinginan terbesarnya saat ini ialah melihat hujan pada Agustus, sehingga dapat membantunya mengisi polong di lahan kedelai dan mencegah kerugian.

"Lihat? Benih mulai mengering di tanaman jagung ini," kata Boogards dalam wawancara baru-baru ini dengan Xinhua --yang dipantau ANTARA di Jakarta, Senin. Ia menunjukkan tanaman yang baru saja dicabut di ladang.

"Jika kami tak memperoleh hujan lagi, kami akan terus menyaksikan benih mengecil dan terus mengering," katanya.

Saat beralih ke tanaman kedelai, ia menambahkan, "Jika kering terus berlangsung, bunga ini akan kering, menyusut dan jatuh. Agustus adalah saat paling penting buat agar polong bisa terisi. Mereka benar-benar memerlukan kelembaban dan bukan banyak panas selama Agustus."

"Beberapa hari lalu, saya melihat awan cukup tebal datang. Saya mengambil segelas bir dan duduk di sini sambil menunggu untuk merayakan. Tapi awan itu berhenti di depan saya dan bergerak menjauh," Boogards mengenang, sementara senyum pahit menghiasi wajahnya.

Iowa memiliki reputasi sebagai negara bagian pertanian "pilihan Tuhan", tempat penanaman modal tambahan di bidang irigasi jarang diperlukan. Sebelum tahun panen yang dihantui kemarau ini, negara bagian tersebut telah mengalami lima tahun lembab terus-menerus, serta 24 tahun berturut-turut terbebas dari kemarau.

"Nyatanya di Iowa, kami hanya memiliki 0,5 sampai satu persen (lahan) yang memiliki irigasi. Jadi itu tergantung atas curah hujan yang turun hampir setiap tahun," kata Menteri Pertanian Iowa Bill Northey kepada Xinhua.

Namun saat ini, bukan hanya lahan pertanian Boogards yang sangat memerlukan hujan, tapi lahan di 42 dari 99 kabupaten di Iowa mengalami nasib serupa. Situasi serupa terlihat di sebanyak 1.410 kabupaten lain di 31 negara bagian di seluruh negeri itu.

Itu merupakan 50,3 persen dari seluruh lahan di benua Amerika Serikat, bagian rekor yang tak pernah terjadi dalam lebih dari 50 tahun, demikian laporan paling akhir yang dikeluarkan Departemen Pertanian AS.
(C003/A011)

Editor: Desy Saputra

COPYRIGHT © ANTARA 2012

Komentar Pembaca