Senin, 20 Oktober 2014

Liu Xiang coba lupakan trauma

| 3.042 Views
id liu xiang, lari halang rintang, china, olimpiade 2012, london
Liu Xiang coba lupakan trauma
liu xiang (reuters.com)
Masalah dengan punggungnya tak perlu dikhawatirkan, tapi cedera kakinya yang mengkhawatirkan
London (ANTARA News) - Ikon atlet atletik China Liu Xiang berniat menghapus memori traumatiknya empat tahun lalu saat Olimpiade Beijing dan ingin kembali berjaya pada nomor 110 meter lari halang rintang di London.

Tak hanya itu, Liu juga berniat mengalahkan musuh bebuyutannya, pemegang rekor sekaligus gelar juara dunia Dayron Robles dan favorit lainnya, Aries Merrit, Selasa.

Empat tahun lalu, atlet China berusia 29 tahun ini mengecewakan penggemarnya ketika bertanding dengan baik namun gagal melewati salah satu rintangan, hingga akhirnya mengalami cedera otot tendon. Sejak saat itu, penampilan Liu selalu dibayang-bayangi cedera tersebut.

Liu memang pernah beberapa kali menunjukkan performa terbaiknya, seperti sebelum ia cedera. Walaupun begitu, Liu tak beruntung dan tak mampu memenangi gelar juara dunia tahun lalu. Liu terhalang dua kali oleh lengan Robles. Atlet Kuba itu pun didiskualifikasi, dan Liu hanya berhasil mendapatkan perak.

Tahun ini sepertinya semuanya berjalan mulus bagi Liu, walaupun beberapa persiapan yang ia lakukan mengalami banyak masalah, terutama masalah punggung, hingga memaksanya menarik diri dari pertandingan final di London Diamon League, 13 Juli.

Penyakit punggungnya tersebut sekarang sudah hampir pulih, namun pelatih Liu, Sun Haiping mengungkapkan problem lain yang Liu hadapi hingga harus pindah markas berlatih ke Jerman.

"Masalah dengan punggungnya tak perlu terlalu dikhawatirkan, tapi cedera kakinya yang mengkhawatirkan saya," ungkap Sui kepada kantor berita Xinhua ketika mereka tiba kembali di Inggris, Jumat lalu.

"Kami percaya diri, selain masalah cedera. Hanya sedikit khawatir," tambah Sui.

Sementara itu, di pihak lawan, tahun ini Robles tak mengalami terlalu banyak cedera. awal tahun ini ia hanya mengalami cedera punggung bawah hingga kaki yang sedikit menghambatnya kembali ke trek.

Bagaimanapun, pelatih Robles, Santiago Antunez masih yakin anak asuhannya akan mampu menjadi juara lagi, sejak terakhir kali atlet Amerika yang mampu mempertahankan gelar hanya Roger Kingdom pada 1984 dan 1988.

"Ia adalah juara olimpiade, dan pelari tercepat di nomornya," kata Antunez.

"Jika ia kalah di London yang merupakan kompetisi ketat, ini sudah pasti karena ia mengalami masalah pada hari pertandingan," tambahnya. 

Selain itu, di pihak lawan lainnya, Merrit yang selama ini selalu dalam keadaan prima, atlet berusia 27 tahun ini merasa belum mendapatkan pencapaian tertinggi dalam karier profesionalnya sebagai atlet. Namun, Merrit tetap percaya diri.

"Saya punya banyak momen yang akan saya jalani, dan saya senang," ungkap Merrit kepada USA Today, seperti dikutip dari AFP.
(Feb)   

 

Penerjemah: Febriany Dian Aritya Putri

Editor: AA Ariwibowo

COPYRIGHT © ANTARA 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga