Jakarta (ANTARA News) - Penyanyi dangdut Rhoma Irama mengatakan dia tidak perlu meminta maaf kepada Jokowi-Ahok terkait ceramah yang disampaikannya.

"Saya merasa tidak perlu meminta maaf kepada Jokowi-Ahok karena saya merasa tidak berbuat salah. Kedua, kita nggak perlu islah karena kita nggak bermusuhan," jelasnya pada konferensi pers usai memberi klarifikasi di Kantor Panwaslu, Jakarta Pusat.

Ia mengatakan  umat Islam wajib menghormati agama lain dan mencintai suku dan bangsa apapun.

"Namun dalam konteks memilih pemimpin, Allah melarang dengan tegas untuk memilih yang non-muslim," jelasnya.

Ia juga mengatakan sangat menghormati Jokowi-Ahok. "I love them all. Tetapi dalam konteks memilih pemimpin saya harus menyampaikan perintah Allah," katanya.

"Ini bukan isu SARA. Misalnya saya mengatakan Jokowi Jawa agama Islam, Fauzi Betawi, Nara Betawi, ini dalam rangka keterbukaan identitas. Saya rasa bukan SARA," katanya.

Ia juga mengatakan jangan sampai ada benturan antara muslim dengan non-muslim.

(nta)