Sabtu, 23 Agustus 2014

China teratas di Olimpiade

Senin, 6 Agustus 2012 13:28 WIB | 4.180 Views
London (ANTARA News) - China kembali merangsek ke puncak perolehan medali terbanyak Olimpiade 2012 London setelah  menyapu bersih nomor kompetisi badminton serta meraup emas pada nomor loncat indah. 

Berawal dari perolehan emas dari pebulu tangkis tunggal putra Lin Dan dan atlet putri loncat indah Wu Minxia, China mengukuhkan diri di puncak klasemen sementara perolehan medali, dua medali emas di atas Amerika Serikat yang sudah mengantongi 28 medali emas dan tuan rumah, Britania Raya dengan 16 emasnya.

Tersisa satu pekan laga dan 302 medali emas sudah dibagikan.

Di Stadion olympic, pemenang Olimpiade 2004, Koji Murofoshi hanya berhasil meraih medali perunggu pada cabang lontar martil, di bawah atlet Hungaria Kristzian Pars dan juara bertahan Primoz Kozmus.

Jepang menempati posisi ke-15 perolehan sementara medali, di bawah China, dan dua negara Korea.

Namun, Lin "Super" Dan menjadi bintang hari itu, ketika ia berhasil mematahkan mimpi pebulu tangkis Malaysia Lee Chong Wei untuk mendapatkan emas olimpiade.

Pertarungan antara Lin dan Lee tak hanya sekadar ajang tarung keahlian, namun juga kekuatan mental. Setelah kalah pada game eprtama, Lin bangkit dan menghajar Lee dengan skor akhir 15-21, 21-10, dan 21-19.

Lin menjadi satu-satunya tunggal putra badminton yang pernah memenangi dua kali gelar juara olimpiade.

Beberapa saat setelahnya, giliran Cai Yun dan Fu Haifeng yang memenangi ganda putra dengan skor 21-16 dan 21-15, mengalahkan pasangan Denmark, Mathias Boe dan Carsten Mogensen, menutup satu bersih gelar juara badminton untuk China.

"Lee Chong Wei adalah lawan brilian dan saya memang menunggu saat-saat melawannya," kata Lin yang merobek kaosnya dan berkeliling Wembley Arena untuk merayakan kemenangannya.

"Kami berteman sangat baik dan saya akan menyambutnya kalau ia ke China," tambah Lin.

Walaupun sempat terkena 'badai' saat unggulan pertama pasangan ganda putri Yu Yang dan Wang Xiaoli tersingkir akibat diskualifikasi, China mendapatkan emas dari nomor tersebut.

China berhasil menempatkan semua pemainnya pada final nomor ganda putri, tunggal putri, dan ganda campuran.

Tak sia-sia, mereka akhirnya menjadi negara pertama yang mampu membawa lima emas sejak pertama kali Olimpiade pada 1992.

Sementara itu, pada nomor loncat indah putri springboard tiga meter, Wu berhasil menggondol emas dan menyamakan kedudukannya dengan mantan rekan setimnya yang juga berjuluk ratu loncat indah Guo Jingjing.

Wu pun menjawab isu yang melibatkannya terkait sistem pelatihan atlet di China yang ketat hingga ia tidak diberitahu mengenai kematian neneknya dan sakit kanker yang diderita ibunya.

"Saya pikir tak hanya atlet China yang dipisahkan dari keluarga mereka. Orangtua sering datang ke tempat latihan kami kok. Bagaimanapun kami seperti keluarga besar, kami berlatih bersama dari tempat berbeda," tutur Wu.

"Mungkin memang ada jarak dengan keluarga dekat Anda, tapi jarak tidak akan menghentikan  yang kami rasakan dan dukungan mereka," lanjut Wu.

"Sekarang ada teknologi yang memungkinkan kami bertelepon setiap hari, dan saya merasakan perhatian dari keluarga setiap waktu. saya memilih untuk menjadi atlet, jadi saya akan kejar mimpi saya," pungkasnya, seperti dikutip dari AFP.

Sementara itu, China juga menambah perolehan emas dari cabang angkat besi putri -75 kg melalui Zhou Lulu, dan dari cabang senam, ada Zou Kai yang berhasil meraih emas sekaligus didapuk menjadi atlet senam China paling sukses setelah ia memenangi medali emas kelimanya, pada nomor senam lantai.

(Feb) 

Penerjemah: Febriany Dian Aritya Putri

Editor: Aditia Maruli

COPYRIGHT © 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga