Jumat, 31 Oktober 2014

Rupiah tertekan ke posisi 9.463 per dolar AS

| 2.774 Views
id rupiah, nilai tukar rupiah, rupiah melemah, dolar as
Rupiah tertekan ke posisi 9.463 per dolar AS
Refleksi pria mengantre menukarkan uang di gerai penukaran uang, Jakarta, Jumat (5/8). (FOTO ANTARA/Rosa Panggabean/ed/mes/11.)
Jakarta (ANTARA News) - Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS di pasar uang spot antarbank Jakarta, Senin, melemah karena kuatnya sentimen negatif di Eropa.

Pada transaksi Senin sore, rupiah berada pada 9.463 per dolar AS, melemah 300 poin lebih dari posisi sebelumnya 9.155 per dolar AS.

Analis Monex Investindo Futures Johanes Ginting mengatakan, perhatian investor global masih fokus pada Spanyol, Italia, dan negara lainnya yang terkena krisis utang di kawasan Eropa.

Ia menambahkan, beberapa kalangan analis berpendapat bahwa data "Non Farm Payrolls" (NFP) AS yang positif dapat menyurutkan ekspektasi pelonggaran kuantitatif (QE) III oleh Federal Reserve, yang diprediksi awal bulan depan.

"Nilai tukar berisiko melemah setalah data `non farm payrolls` AS kuat sehingga mengikis ekspektasi untuk langkah pelonggaran dari Fed," kata dia.

Ia mengatakan, jika the Fed memberikan suntikan likuiditas melalui QE III, euro akan menguat terhadap dolar AS. Penguatan itu tentu dapat berdampak pada penguatan rupiah.

Analis Samuel Sekuritas Lana Soelistianingsih menambahkan, hasil "review" the troika (IMF, ECB dan Komisi UE) terhadap Yunani diharapkan dapat memberikan sinyal positif sehingga berdampak baik juga terhadap mata uang berisiko.

"Keputusan final akan menentukan apakah Yunani akan menerima pencairan dana talangan. Sebelumnya banyak yang meragukan Yunani berhasil menunjukkan kemajuan, tetapi ekspektasi Yunani keluar dari zona euro masih tetap tinggi," kata dia.

Sementara nilai tukar rupiah menurut kurs tengah Bank Indonesia pada hari ini 9.461 per dolar AS dari sebelumnya 9.485 per dolar AS.

(KR-ZMF/B012)

COPYRIGHT © ANTARA 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga