Senin, 20 Oktober 2014

Angin kencang masih landa perairan Kutai Timur

| 3.125 Views
id angin kencang, kutai timur, kalimantan timur, perairan
Sangatta (ANTARA News) - Angin kencang yang melanda perairan Kutai Timur, Kalimantan Timur, dalam tiga minggu terakhir, memaksa puluhan nelayan berhenti melaut untuk menghindari terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.

Dilaporkan, Senin, akibat kondisi angin kencang yang terjadi di sepanjang perairan Kutai Timur, puluhan kapal bermesin diesel dengan bermuatan 0,5 ton hingga 3 ton terpaksa masuk dok perawatan di kanal kawasan Bukit Pelangi.

Menurut Abidin, Ketua RT 39 Dusun VII Bukit Pelangi, Desa Teluk Lingga, Kecamatan Sangatta Utara, Kabupaten Timur, para nelayan yang ada di tempat itu diminta dan diimbau supaya berhenti sementara melaut sampai kondisi normal.

"Kami harus melarang nelayan turun melaut, sebab akan membahayakan jiwa mereka jika dipaksakan, sebab cuacanya sangat ekstrim dan membahayakan bagi kapal nelayan yang berukuran kecil," kata Abidin, Senin.

Menurut Abidin, masyarakat penduduk RT 39 dan RT 40 Bukit Pelangi mayoritas penduduknya nelayan, namun sudah tiga minggu lebih tidak melaut karena cuaca kurang bersahabat. Makanya untuk sementara kapal mereka diperbaiki dulu sambil menunggu cuaca bagus.

"Kalau kita sudah mengetahui cuacanya tidak bagus dan membahayakan kenapa harus dipaksakan melaut lebih baik istirahat dulu," katanya.

Sumali, 44 tahun, warga nelayan Bukit Pelangi mengatakan sudah dua minggu ini istirahat melaut. Pernah juga mencoba turun tapi pulang lagi karena angin kencang dan ombak besar sekali

"Tiga hari lalu saya dengan teman-teman mencoba nekad melaut, tetapi tidak berhasil ke lokasi tujuan, karena anginnya masih kencang dan gelombangnya masih besar. Kami harus kembali dengan tangan kosong tidak membawa ikan," kata Sumali, Senin.

Menurut Sumali, angin kencang dan gelombang besar itu hanya terjadi di perairan Kutai Timur, kalau sudah lewat mauk perairan Berau itu sudah biasa dan nelayan bisa melaut. Mudah-mudahan kondisi ini bisa cepat normal supaya bisa melaut lagi.

(KR-ADI/S023)

Editor: Suryanto

COPYRIGHT © ANTARA 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga