Rabu, 22 Oktober 2014

Tersangka penembak kuil Sikh diketahui terkait kelompok rasis

| 4.456 Views
id penembakan rasis wisconsin, kuil sikh, mantan tentara,
Tersangka penembak kuil Sikh diketahui terkait kelompok rasis
Seorang perempuan dibantu untuk masuk ke dalam mobil di luar Kuil Sikh di Oak Creek, Wisconsin, Minggu (5/8). Aksi penembakan massal di tengah ibadah minggu di Kuil Sikh itu menewaskan setidaknya tujuh orang, termasuk pelaku penembakan, sementara tiga orang luka kritis, menurut keterangan polisi dan rumah sakit. (REUTERS/Tom Lynn)
Oak Creek, Wis (ANTARA News) - Pria bersenjata pembunuh enam orang di kuil Sikh di Wisconsin selatan adalah mantan tentara Amerika Serikat, kata pejabat penegak hukum pada Senin, dan pemantau ekstremis menyatakan penembak itu memiliki hubungan dengan kelompok rasis.

Pria bersenjata itu, yang dikenali sebagai Wade Michael Page, menembak mati enam orang dan melukai tiga lagi, termasuk seorang polisi, di Kuil Sikh Wisconsin pada Minggu saat jamaah bersiap untuk beridah. Polisi menembak mati pria bersenjata tersebut, lapor Reuters.

Meskipun jatidiri tersangka tinggi, botak, putih berumur 40-an tahun itu tidak resmi disiarkan, Fox News menyatakan Page (40 tahun) adalah mantan tentara. Ia pernah ditempatkan di Fort Bragg, Carolina Utara, kata Fox mengutip sumber tanpa nama.

CNN menyatakan Page secara sah memiliki senjata yang digunakan dalam penembakan tersebut.

Pejabat penegak hukum, yang minta tidak dikenali, menyatakan nama itu betul.

Pihak berwenang menyatakan memperlakukan serangan itu sebagai tindakan terorisme dalam negeri.

Wade menjadi anggota kelompok plontos rasis End Apathy, yang bermarkas di Fayetteville, Carolina Utara, pada 2010, kata Heidi Beirich, direktur kegiatan sandi di Pusat Hukum Kemiskinan Selatan di Montgomery, Alabama.

Wade juga mencoba membeli barang dari Persekutuan Bangsa, kelompok Nazi baru, pada 2000, katanya.

"Itu yang kami tahu tentang Wade. Kami masih menggali arsip," katanya.

Pejabat Amerika Serikat, yang minta tidak dikenali, memastikan bahwa Wade pernah di tentara sebelum serangan 11 September 2001 terhadap Amerika Serikat.

Polisi menggeledah apartemen di lingkungan Cudahy di dekat Milwaukee, yang diduga kediamannya. Pembangkit listrik dan lampu sorot dipasang di sepanjang jalan itu dan penjinak bom tampak di tempat tersebut.

Nama korban belum diumumkan menunggu pemberitahuan kepada kerabat, meskipun anggota menyatakan ketua jemaat dan pendeta juga menjadi korban.

Kepala polisi Oak Creek John Richards kepada CNN menyatakan tersangka memiliki latar belakang ketentaraan, tapi tidak merinci.

"Tersangka tinggal di masyarakat tetangga kami. Kami melakukan pemeriksaan 24 jam, hanya untuk mengetahui yang terjadi, yang ia lakukan," kata Edwards, "Pada saat ini tidak ada tanda ada bendera merah."

Polisi terluka itu ditembak delapan atau sembilan kali di wajahnya dan pada jarak dekat dengan pistol. Tidak ada luka yang mengancam jiwa, kata Edwards.

Pihak berwenang menyatakan pria itu menggunakan pistol setengah otomatik .9mm, yang ditemukan di tempat kejadian tersebut. Mereka mencoba melacak asal usul senjata itu.

Wisconsin memiliki beberapa undang-undang senjata paling longgar di negara bagian itu dan mengeluarkan peraturan pada 2011, yang membolehkan masyarakat membawa senjata tanpa terlihat.

Jagjit Singh Kaleka, saudara ketua kuil itu, yang termasuk di antara enam Sikh tewas, menyatakan tidak tahu alasan serangan tersebut.

"Tapi, kita tahu semakin banyak senjata kita salurkan, semakin banyak keadaan seperti ini," katanya. Amerika Serikat melarang senjata tertentu, tapi kadaluarsa pada 2004.

Serangan itu terjadi hanya dua pekan setelah seorang pria bersenjata menewaskan 12 orang di bioskop di Aurora, Colorado, tempat mereka menonton pemutaran film baru Batman "The Dark Knight Rises".

Pada Januari 2011, seorang pria bersenjata menewaskan enam orang dalam serangan terhadap acara anggota DPR Gabrielle Giffords di Tucson, Arizona. Giffords ditembak kepalanya, tapi selamat.

Sikh Amerika menyatakan sering dilecehkan, dan kadangkala mendapat serangan kekerasan, sejak serangan 11 September karena turban warna-warni dan jenggot mereka.

Serangan 11 September itu dilakukan kelompok keras terkait dengan Alqaeda pimpinan Osama bin Laden. Sikh bukan Muslim, tapi banyak orang Amerika tidak tahu bedanya, kata anggota masyarakat Sikh.

Beberapa saksi penembakan Wisconsin menyatakan tersangka memiliki tato menandai serangan 2001 itu. Pihak berwenang memastikan ia memiliki tato, tapi mengatakan tidak tahu yakin akan gambarnya.

Terdapat 500.000 atau lebih warga Sikh di Amerika Serikat, tapi masyarakat di Wisconsin kecil, sekitar 2.500 hingga 3.000 keluarga, kata warga Sikh setempat.

Agama Sikh adalah terbesar kelima di dunia, dengan lebih dari 30 juta pengikut. Ia termasuk kepercayaan pada satu Tuhan dan bahwa tujuan hidup adalah memberi teladan.

Kuil di Oak Creek didirikan pada Oktober 1997 dan memiliki jemaat 350 sampai 400 orang.

"Mereka pergi ke gereja. Dua pekan lalu, orang ke bioskop. Kapan ini berakhir?" kata Ray Zirkle, yang datang dari Racine, Wisconsin, bersama istrinya untuk memasang lilin duka di dekat tempat penembakan tersebut. (B002/Z002) 

Editor: B Kunto Wibisono

COPYRIGHT © ANTARA 2012

Komentar Pembaca