Jumat, 1 Agustus 2014

Chandra Wijaya gagas pendidikan untuk atlet

Selasa, 7 Agustus 2012 02:06 WIB | 2.892 Views
Chandra Wijaya gagas pendidikan untuk atlet
Chandra Wijaya (kostum) putih selagi aktif memperkuat timnas bulutangkis Indonesia (ANTARA)
Jakarta (ANTARA News) - Mantan atlet bulutangkis Indonesia, Candra Wijaya, menggagas pendidikan untuk atlet lewat kerjasama Candra Wijaya International Badminton Centre (CWIBC) dengan Homeschooling Kak Seto.

Candra menggagas program itu berdasarkan pengalamannya sebagai atlet di mana saat itu sulit membagi waktu antara pendidikan formal akademik dengan jadwal latihan.

"Ini berdasarkan pengalaman agar atlet tidak kehilangan waktu. Misal sehabis latihan, mereka bisa belajar sambil duduk-duduk, dengan metode pembelajaran yang kreatif," kata Chandra di Gedung Bulutangkis Candra Wijaya, Cengkareng, Senin malam tadi.

Peraih emas Olimpiade 2000 Sydney bersama pasangannya Tony Gunawan itu telah mendirikan CWIBC sejak dua tahun lalu dengan jumlah murid sekitar 120 orang. 

Ia melihat anak-anak usia dini yang ingin menjadi profesional bulutangkis masih kesulitan membagi waktu antara pendidikan formal dengan latihan.

"Banyak anak-anak berbakat tidak jadi berlatih di sini karena usianya sekitar 11 atau 12 tahun dan masih harus sekolah. Orangtuanya masih berat melepas," jelas Candra.

Ia menambahkan, "Saya rasa perlu untuk anak-anak. Intinya, mereka belajar dan latihan tanpa kehilangan sisi formal seperti ijazah dan rapot."

Menurut pebulutangkis asal Cirebon itu, pendidikan tidak hanya penting bagi masa depan atlet namun juga membentuk karakter, psikologis dan mental mereka.

"Ini suatu terobosan yang perlu untuk anak-anak kita. Pendidikan formal yang tidak memberatkan sekaligus menjadi back up jika nanti mereka tidak menjadi juara dan tidak lanjut menjadi atlet, bisa melanjutkan jenjang tingkat pendidikan formal berikutnya," kata pemilik nama lengkap Rafael Candra Wijaya.

Sementara itu, Homeschooling Kak Seto menyiapkan waktu fleksibel khusus bagi para atlet dengan menyesuaikan jadwal latihan mereka.

Jika anak-anak biasa dijadwal belajar seminggu tiga kali, maka para atlet disesuaikan dengan jadwal agar kondisi tubuh mereka bisa menerima pelajaran dengan baik.

"Prestasi mereka dipentingkan tetapi tidak ketinggalan sekolah," kata Direktur Homeschooling Kak Seto, M. Budihardjo.

(M047)

Editor: Jafar M Sidik

COPYRIGHT © 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga