Rabu, 24 September 2014

Bank Mandiri tak terpengaruh aturan kepemilikan saham

Selasa, 7 Agustus 2012 08:01 WIB | 4.670 Views
Bank Mandiri tak terpengaruh aturan kepemilikan saham
Zulkifli Zaini (FOTO ANTARA)
Jakarta (ANTARA News) - Direktur Utama PT Bank Mandiri Tbk. Zulkifli Zaini mengatakan pihaknya tidak terpengaruh dengan adanya aturan pembatasan kepemilikan saham bank umum yang baru ditetapkan Bank Indonesia per 13 Juli lalu.

"Secara perseroan Bank Mandiri tidak ada masalah karena pemerintah pusat merupakan pemegang saham mayoritas," kata Zulkifli di sela acara buka puasa bersama di Jakarta, Senin malam.

Namun, Zulkifli mengatakan aturan pembatasan tersebut berpengaruh terhadap kepemilikan saham Bank Mandiri di dua anak perusahaan yaitu Bank Syariah Mandiri dan Bank Sinar Harapan Bali (BSHB).

"Kepemilikan saham di BSM dan BSHB itu dapat dipertahankan selama peringkat kesehatan Bank Mandiri masih di tingkat satu atau dua," kata Zulkifli.

Kemudian, lanjut Zulkfili, BSM dan BSHB wajib melakukan `go public` paling sedikit 20 persen dalam kurun waktu lima tahun sejak 1 Januari 2014 atau selambat-lambatnya pada 2020.

Zulkifli menilai rencana aksi korporasi yang akan dilakukan tersebut akan memberikan kontribusi positif karena melalui `public listing` saham tersebut kedua anak perusahaan bank terbesar di Indonesia itu dapat menambah modal tanpa bergantung pada Bank Mandiri.

"Kita baru akan mengkaji kemungkinan `go public` itu mulai tahun depan, yang pasti bukan sejak tahun ini karena kita masih ada modal Rp67 triliun untuk mendukung pemodalan," katanya.

Seperti diketahui, Bank Indonesia per 13 Juli 2012 lalu telah merilis aturan yang tertuang dalam Peraturan Bank Indonesia Nomor 14/ 8 /PBI/2012 tentang Kepemilikan Saham Bank Umum, yang berisi batas maksimum kepemilikan saham pada bank.

Penetapan batas maksimum kepemilikan saham pada Bank berdasarkan kategori pemegang saham itu adalah 40 persen untuk pemegang saham badan hukum lembaga keuangan bank dan lembaga keuangan bukan bank, 30 persen untuk pemegang saham berupa badan hukum bukan lembaga keuangan, dan 20 persen untuk pemegang saham perorangan.

Saham Bank Mandiri sendiri mayoritas dimiliki pemerintah dengan kepemilikan 60 persen, sementara kepemilikan saham Bank Mandiri di dua anak perusahaan BSM dan BSHB masing-masing sebesar 99,99 persen dan 81,46 persen. (P012)

Editor: B Kunto Wibisono

COPYRIGHT © 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga