Jumat, 24 Oktober 2014

Masjid di Amerika diduga sengaja dibakar

| 5.227 Views
id masjid, masjid di amerika, diduga dibakar
Masjid tersebut benar-benar hancur
Washington (ANTARA News) - Sebuah masjid di Kota Joplin, Missouri, Amerika Serikat, diduga menjadi korban pembakaran oleh orang tidak dikenal dalam selang waktu kurang dari satu hari setelah penembakan mematikan di kuil Sikh di Wisconsin.

Berdasarkan keterangan dari Biro Investigasi Federal (FBI), insiden yang masih belum bisa disimpulkan sebagai bagian dari serangan kebencian itu terjadi pada pukul 03.40 waktu setempat, tepat satu jam sebelum kaum Muslim melaksanakan ibadah Shalat Subuh.

"Masjid tersebut benar-benar hancur," ujar juru bicara kantor Sheriff Jasper County, Sharon Rhine.

Sharon mengatakan bahwa tidak ada korban dalam dan belum ada pihak yang mengaku bertanggung jawab dan ditangkap dalam insiden tersebut.

Menurut infromasi yang diterima ANTARA News, Imam masjid yang terbakar tersebut adalah seorang Warga Negara Indonesia (WNI) yang bernama Lahmudin, namun hingga kini masih belum bisa diwawancarai karena masih terus berkoordinasi dengan aparat keamanan atas insiden itu.

Sebelumnya masjid tersebut pernah mendapatkan serangan serupa pada tanggal 4 Juli 2012 lalu, di mana seorang pelaku melemparkan bom molotov ke bagian atap masjid tersebut tapi hanya menyebabkan kerusakan kecil.

Pelaku pelemparan bom molotov tersebut juga sudah diketahui identitasnya dari rekaman kamera pengintai yang ada di lokasi, saat ini pihak FBI juga menawarkan hadiah 50.000 dolar AS untuk informasi yang mengarah pada penangkapan pelaku di balik insiden Juli, tapi hingga saat ini belum ada orang yang ditangkap.

Juru bicara FBI Bridget Patton mengatakan bahwa kedua insiden tersebut terjadi pada tengah malam, dan pihaknya akan "menunggu hasil dari pemeriksaan mengenai penyebab kebakaran tersebut".

"Jika diketahui ada unsur kesengajaan dalam serangan itu kami akan melakukan investigasi untuk melihat apakah ada korelasi antara insiden hari ini dan yang terjadi pada tanggal 4 Juli," tambah Patton.

Namun, menurut komunitas Muslim lokal--yang berjumlah sekitar 125 orang--masjid tersebut kerap mendapatkan serangan sejak didirikan pada tahun 2007.

"Kami kerap kali diserang," kata mantan anggota dewan masjid, Navid Zaidi (47).

"Papan nama kami dibakar, kotak surat kami beberapa kali dihancurkan. Bahkan papan nama kami pernah ditembaki," tambahnya.

Zaidi mengatakan beruntung bahwa kebakaran tersebut terjadi pada pagi hari, ketika tak seorang pun ada di sana meskipun bulan Ramadhan.

Zaidi juga mengeluhkan bahwa tidak ada tersangka yang ditanggkap sejak serangan 4 Juli lalu.

"Selama 27 tahun saya di AS, saya belum pernah melihat adanya pelaku yang ditangkap," katanya.

Pada hari Minggu (5/8) dalam serangan penembakan di Kuil Sikh Wisconsin dinyatakan bahwa seorang pria bersenjata menembak dan membunuh enam orang sebelum dia ditembak oleh seorang polisi.

"Kami berharap ini adalah kejadian yang terisolasi, tapi tiba-tiba mereka telah menjadi lebih teratur dan lebih berani," tambah Zaidi.

Kongres Islam Amerika, organisasi advokasi Muslim yang berkantor pusat di Washington, Boston, dan di seluruh kawasan Timur Tengah dan Afrika Utara, mengutuk serangan yang terjadi pada kuil Sikh di Wisconsin dan masjid di Missouri.

"Komunitas beragama ini datang ke Amerikauntuk mencari demokrasi dan kebebasan sembari berharap untuk beribadah seperti yang mereka inginkan," kata direktur kongres tersebut Zainab As-Suwaij kepada Reuters.
(A050)

Editor: Ella Syafputri

COPYRIGHT © ANTARA 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga