Jumat, 29 Agustus 2014

Federasi taekwondo dunia yakin Olimpiade masih berkualitas

Selasa, 7 Agustus 2012 18:44 WIB | 4.121 Views
London (ANTARA News) - Ofisial federasi taekwondo dunia (WTF) mengungkapkan, mereka masih memiliki atlet-atlet taekwondo terbaik pada Olimpiade 2012, di London, walaupun beberapa nama juara dunia dan peringkat atas taekwondo tak ikut bertanding.

Sebelumnya, dunia taekwondo memang diterpa berbagai skandal, salah satunya adalah keputusan organisasi taekwondo Inggris yang lebih memilih untuk memasang peringkat dunia ke-59 Lutalo Muhammad daripada atlet taekwondo unggulan, Aaron Cook.

Skandal lainnya seperti keberadaan 16 divisi pertandingan (masing-masing delapan divisi untuk putri dan putra) pada kejuaraan dunia, sementara hanya ada setengah yakni delapan divisi yang dipertandingkan pada olimpiade dan masing-masing negara hanya bisa memilih maksimal dua nomor putra dan putri.

Dan untuk negara seperti Iran, ini berarti juara nomor di bawah 74 kg dan di bawah 80 kg Alireza Nasr Azadani dan Farzad Abdollahi tidak boleh dipilih karena juara dunia di bawah 87 kg Yousef Karami telah mengambil nomor tersebut. Sementara peraih medali perak Mohammed Bagheri telah dipilih untuk bertanding pada nomor di bawah 68 kg, nomor yang biasa ia tekuni.

Sementara itu, juara dunia nomor di atas 73 kg asal Prancis Anne Caroline Graffe hanya bertanding pada nomor di atas 67 kg karena kompatriotnya sekaligus juara dunia nomor di bawah 73 kg Gwladys Epangue cedera dan tak bisa bertanding. Dan walaupun begitu, keduanya juga tak bisa bertanding bersamaan.

Walaupun begitu, WTF masih bersikeras yang bertanding pada olimpiade adalah atlet-atlet papan atas.

"Kami punya atlet-atlet terbaik di sini," ungkap Sekretaris Jenderal WTF Jean Marie Ayer, seperti dikutip dari AFP.

"Kadang kami mengandalkan federasi untuk mengambil keputusan. Kami telah mengadakan seleksi para atlet dan mempertimbangkan. Kami juga akan mencari cara untuk membuat kompetisi terbaik yang paling mungkin dilakukan," tambahnya.

Dan ketika Inggris memutuskan untuk tidak menurunkan peringkat satu dunia, Cook, pengontrol teknik WTF Seo Jeong Kang mengatakan itu hak mereka.

Pada panduan ofisial WTF untuk olimpiade, Cook memang digarisbawahi sebagai salah satu atlet yang harus disaksikan penampilannya. Bahkan, Cook juga dideskripsikan sebagai atlet taekwondo terbaik tuan rumah. Padahal ia sama sekali tak ikut bertanding.

"Olimpiade adalah turnamen besar bagi pada atlet taekwondo. Ini adalah mimpi mereka dan kami bisa menjamin mereka adalah atlet-atlet terbaik dari negara-negara yang berpartisipasi pada olimpiade," kata Seo.

"Dan itu terserah kepada komite seleksi mereka untuk memilih atlet mana yang akan mereka turunkan, yang tentu saja harus sesuai dengan ketentuan WTF," tambahnya.

Cook, Azadani, Abdollahi dan Epangue tak bertanding di London, tapi masih ada beberapa atlet taekwondo yang pantas untuk disaksikan kemampuannya, seperti juara bertahan olimpiade dan dua kali penyabet gelar juara dunia Wu Jingyu dari CHina yang akan bertanding pada pertandingan pertama dengan atlet Guatemala Elizabeth Zamora pada nomor putri di bawah 48 kg.

Selain itu ada pula Hwang Kyung Seon dari Korea Selatan yang pernah menjadi juara olimpiade dan juara dunia. Hwang telah mengalahkan Rth Gbagbi dari Pantai Gading pada putaran pertama nomor di bawah 67 kg putri.

Sedang pada nomor di atas 80 kg putra, ada juara bertahan olimpiade dan juara dunia Cha Dong Min dari Korea Selatan yang pada pertandingan pertama akan melawan atlet Slovenia Ivan Trajkovic, sementara tiga kali juara dunia Bahri Tanrikulu dari Turki melawan atlet Yunani Alexandros Nikolaidis.

(Feb)

Penerjemah: Febriany Dian Aritya Putri

Editor: Aditia Maruli

COPYRIGHT © 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga