Rabu, 1 Oktober 2014

Survei: elektabilitas PKB urutan ke-4

Selasa, 7 Agustus 2012 19:42 WIB | 2.470 Views
Tingkat persentase ini, ada kaitannya pada kasus korupsi. Hasil survei menyebutkan 80 persen lebih responden menurunkan dukungan kepada parpol karena alasan korupsi,"
Jakarta (ANTARA News) - Hasil survei dari Lembaga Survei Trust Indonesia (LSTI) menyebutkan elektabilitas atau tingkat kepuasaan publik atas Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menduduki urutan ke-4 atau perolehan suara  6,2 persen dari responden, sedang urutan kesatu diraih Partai Golkar (13,5 persen), kedua Partai Demokrat (11,6 persen) dan ketiga PDIP (9,7 persen).

Direktur LSTI Zudan Rosyidi kepada pers di Jakarta, Selasa sore, mengatakan, tingkat elektabilitas urutan kelima diraih Partai Gerindra (5,2 persen), kemudian keenam Partai NasDem (4,9 persen) dan ketujuh PKS (4,1 persen).

Partai pendatang baru, Partai NasDem memperoleh 4,9 persen atau mengungguli partai pendahulunya seperti  PPP (3,4 persen), PAN (3,2 persen) dan Hanura (1,7 persen), kemudian PKNU (1,3 persen), partai lainnya (2,2 persen), sedang tidak menjawab (33 persen).

Zudan menjelaskan, survei LSTI dilaksankan pada 8--22 Juli 2012 di 33 provinsi se-Indonesia. Survei itu mengambil 200 sampel desa dengan menggunakan metode multistage random sampling. Dengan perbandingan sample rural-urban (65 persen-35 persen) dan gender laki-perempuan (50-50 persen). Tingkat kesalahan sekitar 2,5 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen terhadap responden 1.996 orang.

Menurut dia, persentase tersebut berdasarkan pertanyaan kepada responden yaitu apabila pemilihan umum dilakukan pada hari ini. maka Partai Golkar mendapatkan 13,5 persen suara atau urutan pertama, menyusul kedua Demokrat (11,6 persen). Posisi ketiga diduduki PDIP (9,7 persen), keempat PKB (6,2 persen), kelima Gerindra (5,2 persen), keenam NasDem  (4,9 persen) dan ketujuh PKS (4,1 persen).

"Tingkat persentase ini, ada kaitannya pada kasus korupsi. Hasil survei menyebutkan 80 persen lebih responden menurunkan dukungan kepada parpol karena alasan korupsi," kata Zudan.

Zudan menambahkan, kasus korupsi berpengaruh pada penurunan beberapa partai yang terindikasi terkena korupsi.
(*)

Editor: Ruslan Burhani

COPYRIGHT © 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga